Minggu, 25 Oktober 2020

Perkara Ustadz Alfian Tanjung Ditangani Layaknya “Extra Ordinary Crime”

Perkara Ustadz Alfian Tanjung Ditangani Layaknya “Extra Ordinary Crime”

Foto: Konferensi pers Tim Advokasi Alfian Tandjung (TAAT). (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Ditreksrimsus Polda Metro Jaya memeriksa Ustadz Alfian Tanjung sebagai saksi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/9) sekira pukul 10.00 WIB tadi. Penyidikan terhadap Ustadz Alfian ini bermula dari Laporan Polisi bernomor, LP/153/II/2017/Ditreskrimum dengan Pelapor Ifdhal Kasim, S.H.

Koordinator Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) Abdullah Al Katiri mengatakan, pemeriksaan Ustadz Alfian hari ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Terlapor Ustadz Alfian Tanjung nomor: B/11589/IX/2017/Ditreksimum tertanggal 9 September 2017 yang ditandatangani oleh AKBP Dedy Murti Haryadi, S.IK., M.Si, selaku Kasubditkamneg Reskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP yang terjadi di Masjid Sa’id Naum Tanah Abang Jakarta Pusat, Sabtu 1 Oktober 2016 lalu.

Al Katiri menilai, penanganan perkara Ustadz Alfian Tanjung oleh Polisi ini sejajar dengan perkara extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa seperti teroris, korupsi, human traficking.

“Bukan saja Tim Hukum tapi juga masyarakat Indonesia sangat menyesalkan tindakan polisi yang sangat bersemangat membidik Ustadz Alfian dengan cara-cara yang tidak sesuai ketentuan KUHAP,” kata Al Katiri melalui keterangan tertulis yang diterima Swamedium.com, Selasa (12/9).

Penilaian dari TAAT itu bukan sembarang. Mereka mengungkapkan sejumlah peristiwan terkait penangkapan Ustadz Alfian yang dinilainya sebagai penanganan terhadap extra ordinary crime.

“Ustadz Alfian ditangkap secara tiba-tiba dan secara paksa sebelum dia keluar dari gerbang Rutan Medaeng Sidoarjo dengan puluhan aparat kepolisian Polda Jawa Timur dengan senjata lengkap,” ujar Al Katiri.

Penangkapan itu, kata Al Katiri, dilakukan berdasarkan permintaan bantuan penangkapan dari Polda Metro Jaya terkait kasus UU ITE tentang cuitannya yang dilaporkan oleh PDIP selaku organisasi bukan perorangan pada tanggal 24 Januari 2017.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.