Senin, 19 Oktober 2020

Sidang Buni Yani Hadirkan Yusril Sebagai Saksi Ahli

Sidang Buni Yani Hadirkan Yusril Sebagai Saksi Ahli

Foto: Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra ditemani Ketua DPW PBB Jawa Barat, H. Saefullah Rusyad saat bersama Buni Yani dan kuasa hukum Aldwin Rahdian menunggu sidang, Selasa (12/9). (Dok Twitter Yusril Ihza Mahendra)

Bandung, Swamedium.com — Buni Yani kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan ujaran kebencian yang disangkakan melanggar Undang-undang Informasi dan Transkasi Elektronik (UU ITE) di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kota Bandung, Selasa (12/9).

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dihadirkan oleh Kuasa Hukum Buni Yani dalam sidang kali ini. Persidangan telah dimulai pada pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Sebelumnya, menjelang persidangan dimulai, Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu sudah hadir di lokasi persidangan. Hal itu dicuitkannya melalui akun Twitternya.

“Saya sudah di Bandung siap2 hadiri sidang bersama Bun Yani dan Aldwin Rahadian, penasehat hukumnya,” tulis akun @Yusrilihza_Mhd, Selasa (12/9) pagi.

Dalam cuitan berikutnya, Yusril meminta kepada masyarakat yang ingin menghadiri dan menyaksikan sidang untuk menjaga ketertiban.

“Yang mau menyaksikan, silahkan. Ini sidang yang terbuka untuk umum. Tolong jaga ketertiban dan ketenangan ya. Salam,” cuit Yusril.

Sementara Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahardian mengatakan, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dihadirkan sebagai saksi karena berkaitan dengan kebebasan berpendapat seseorang yang dijamin oleh undang-undang. Dikatakan dia, Yusril akan menjelaskan perbedaan antara ujaran kebencian dengan kebebasan berpendapat yang dilindungi undang-undang.

“Yusril dihadirkan sebagai saksi karena berkaitan dengan kebebasan berpendapat seseorang yang dijamin oleh undang-undang. Harus dibedakan, mana hate speech (ujaran kebencian), mana kebebasan berpendapat seseorang yang dijamin konstitusi negara,” kata Aldwin. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.