Minggu, 25 Oktober 2020

Yusril: Kasus Buni Yani Tak Memenuhi Unsur Pidana

Yusril: Kasus Buni Yani Tak Memenuhi Unsur Pidana

Foto: Buni Yani, Yusril Ihza Mahendra dan tim kuasa hukum yang dipimpin Aldwin Rahadian. (ist)

Bandung, Swamedium.com — Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menilai, kasus Buni Yani tidak memenuhi unsur pidana terkait Pasal 32 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2018, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang didakwakan kepada Buni Yani.

Menurut Yusril, dakwaan tersebut tak terkait dengan ayat 3 dalam Pasal 32 UU ITE, yaitu kalau sesuatu itu memang bersifat rahasia kemudian diunggah dan diubah, maka itu yang bisa dipidana.

“Kalau saya melihat pasal 32 itu ada tiga ayat 1, 2, dan 3. Jadi kalau orang kemudian mengupload atau menyebarluaskan sesuatu yang kemudian diubah isinya itu bisa dipidana. Tapi itu terkait dengan ayat 3, yaitu kalau sesuatu itu memang bersifat rahasia. Kalau bersifat rahasia kemudian di-upload dan diubah, nah itu yang bisa dipidana,” kata Yusril dalam sidang Buni Yani yang digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Pemerintah Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (12/9).

Yusril yang hadir sebagai saksi ahli itu menjelaskan, dirinya menilai Buni Yani tak mengunggah video yang bersifat rahasia. Sebab, menurut Yusril, video yang berisi pidato mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu telah disiarkan lewat akun YouTube dan situs Pemprov DKI Jakarta.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Buni Yani ini tidak meng-upload dari sumber yang bersifat rahasia misalnya milik Kementerian Pertahanan, Mabes TNI atau Mabes Polri atau milik Sekretariat Negara, bukan sama sekali,” jelasnya seperti dikutip Abadikini.

Yusril menambahkan, yang diunggah oleh Buni Yani itu sebenarnya sudah diunggah juga di situs dan saluran YouTube Pemprov DKI Jakarta, dan sumber aslinya bisa dengan mudah diakses oleh publik, sehingga tidak bersifat rahasia lagi. Karena itu, Yusril menegaskan tidak ada unsur pidana dalam kasus Buni Yani.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.