Minggu, 25 Oktober 2020

Bangladesh Tampung Warga Rohingya Sampai Situasi Aman

Bangladesh Tampung Warga Rohingya Sampai Situasi Aman

Foto: Kamp-kamp yang ada di Bangladesh sudah terlalu penuh sehingga pengungsi baru menyebar di sembarang tempat. (AFP)

Dhaka, Swamedium.com– Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menegaskan negaranya akan terus memberikan penampungan kepada warga Rohingya sampai Myanmar mengambil mereka.

Ketika berbicara dalam kunjungan ke kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh, Sheikh Hasina meminta Myanmar memandang situasi ini penuh dengan rasa kemanusiaan dengan mengatakan orang-orang tak bersalah mengalami penderitaan.

Untuk Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyerukan kepada Myanmar untuk mengambil kembali ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Negara Bagian Rakhine.

“Pesan pribadi saya sangat jelas bahwa mereka seharusnya mempertimbangkan situasi ini dari kacamata kemanusiaan,” tegas PM Hasina kepada BBC pada Selasa (12/9).

“Karena orang-orang ini adalah orang-orang tak bersalah. Anak-anak, perempuan menderita. Orang-orang ini adalah warga Myanmar. Ratusan tahun lalu mereka sudah tinggal di sana. Bagaimana mereka menafikkan bahwa mereka bukan warga negaranya?”

Bangladesh terus tampung pengungsi Rohingya

Sekitar 370.000 pengungsi Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Myanmar melancarkan operasi militer di Rakhine sebagai tanggapan atas serangan gerilyawan Rohingya, Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA).

Militer Myanmar mengatakan operasi ditujukan untuk memerangi milisi Rohingya dan membantah menyerang warga sipil.

Akan tetapi para pengungsi yang melarikan diri mengatakan pasukan membalas serangan gerilyawan Rohingya terhadap pos-pos polisi pada 25 Agustus lalu dengan kekerasan brutal yang diikuti dengan pembakaran desa-desa Rohinga dengan tujuan mengusir mereka.

Sebelum gelombang baru, Bangladesh sudah menampung sekitar 400. 000 pengungsi Rohingya.

Ia juga mengecam kelompok militan Rohingya atas pecahnya kekerasan terbaru, tetapi dikatakannya bahwa pemerintah Myanmar seharusnya menangani masalah ini dengan cara yang lebih sabar lagi.

Rohingya, sebagian besar tinggal di Negara Bagian Rakhine yang mayoritasnya etnik Rakhine beragama Buddha, telah lama mengalami persekusi di Myanmar.

Myanmar menganggap mereka sebagai pendatang gelap dan menjuluki mereka dengan istilah ‘orang Bengali’ atau ‘orang Muslim’, tanpa menyebut nama ‘Rohingya’. (*/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.