Senin, 06 Juli 2020

Hersubeno Arief: Meikarta, Sudahlah Yang Waras Ngalah Saja

Hersubeno Arief: Meikarta, Sudahlah Yang Waras Ngalah Saja

Oleh : Hersubeno Arief

Jakarta, Swamedium.com – Pepatah money can’t buy everything tak berlaku bagi pengembang sekelas Lippo. Dengan kekuatan uang di tangan, pengembang kota Meikarta ini bisa membeli segalanya. Penguasa, Media, citra, penghargaan, dan apa saja yang mereka inginkan.

Hanya bermodal jualan mimpi, ditopang dengan publikasi dan iklan besar-besaran di semua platform media, Meikarta panen berbagai penghargaan.

Strategi ini mengingatkan kita pada doktrin Menteri Propaganda Nazi Jozef Goebbels “Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya!”

Senin (11/9) Meikarta memperoleh penghargaan di ajang Golden Property Award 2017 yang diselenggarakan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) dan Indonesia Property Watch (IPW).

Meikarta dinilai sebagai sebuah proyek yang berhasil mendorong dan menggairahkan industri properti yang sedang lesu. Karenanya Meikarta mendapat penghargaan dalam kategori Best Innovative Marketing Strategy, sebagai Breaktrough Phenomenal Marketing Campaign.

Sepekan sebelumnya, Selasa (29/8) Meikarta mendapat penghargaan dalam kategori Inovasion Award bidang pemasaran dari harian Sindo. Yang menyerahkan penghargaan tersebut CEO MNC Hary Tanoesoedibjo. Hanya dalam empat bulan penjualan, Meikarta disebut-sebut berhasil menjual 120.000 unit apartemen.

Beberapa bulan sebelumnya (13/5) Musium Rekor Indonesia (MURI) memberi penghargaan karena dalam penjualan perdana langsung terjual 16.800 unit.

Lengkap sudah, semua berada dalam genggaman Meikarta. BTN adalah bank yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Kementrian BUMN. Jadi BTN adalah institusi dan representasi negara.

Sindo adalah bagian dari konglomerasi group Media Network Corporation (MNC) milik taipan Hary Tanoesoedibjo yang memiliki semua platform media, mulai dari tv, radio, media cetak dan media online.

Hary Tanoe dalam Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017 yang mendukung Prabowo dan Anies-Sandi berada dalam kubu yang berseberangan dengan James Riady yang menjadi pendukung utama Jokowi dan Ahok.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.