Rabu, 21 Oktober 2020

Laporan Terhadap Ustadz Alfian Tanjung Dinilai Tak Layak Dilanjutkan

Laporan Terhadap Ustadz Alfian Tanjung Dinilai Tak Layak Dilanjutkan

Foto: Ustadz Alfian Tanjung disidangkan lantaran dituduh melontarkan ujaran kebencian soal PKI. (Ari/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) menilai laporan yang dilakukan oleh
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Teten Masduki terhadap kliennnya, Ustadz Alfian Tanjung tak layak dilanjutkan. Pasalnya, dalam barang bukti yang diserahkan pihak pelapor ke polisi tidak memuat pencemaran nama baik atau fitnah sebagaimana yang dituduhkan.

Koordinator TAAT Abdullah Al Katiri mengatakan bahwa pasal yang dilaporkan kepada Ustads Alfian Tanjung adalah Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

“Menurut kami kasus ini sudah cacat sejak awal, harusnya polisi menolak laporan tersebut karena barang bukti video yang disodorkannya tidak memuat sama sekali kalimat ujaran pencemaran nama baik atau fitnah,” kata Al Katiri melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Rabu (13/9).

Dia pun mengatakan, kalau penegakkan hukum seperti ini, maka kliennya itu sangat dirugikan oleh tindakan aparat penegak hukum.

“Kami sangat menyesalkan proses penyelidikan terhadap Ustadz Alfian ini, karena itu perkara dengan nomor laporan: LP/153/II/2017/Ditreskrimum ini tidak layak dilanjutkan atau harus dihentikan demi hukum,” tegas Al Katiri.

Seperti diketahui, Ustadz Alfian Tanjung, Selasa (12/9) kemarin telah diperiksa sebagai saksi oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Mako Brimob, Depok. Dalam pemeriksaan itu, Ustadz Alfian disodorkan sebanyak 29 pertanyaan. Pemeriksaan tersebut diketahui berdasarkan laporan oleh seseorang bernama Ifdhal Kasim.

Diungkapkan Al Katiri, setelah Tim Hukum TAAT menggali lebih dalam siapa sosok pelapor itu, ternyata ia adalah kuasa hukum Teten Masduki, dan hal ini pun dibenarkan oleh Penyidik bernama Kuswandi kepada Tim Hukum TAAT.

“Teten merasa dirinya dicemarkan oleh Ustadz Alfian sebagaimana di dalam ceramahnya pada tanggal 1 Oktober 2016 di Masjid Jami’ Said Naum Tanah Abang Jakarta Pusat,” ujar Al Katiri.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.