Minggu, 25 Oktober 2020

Pengusiran Warga Rusun, DPRD DKI: Jangan Seperti Pindahkan Barang

Pengusiran Warga Rusun, DPRD DKI: Jangan Seperti Pindahkan Barang

Foto: Wakil Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Warga rusun korban gusuran kembali menerima kenyataan pahit, setelah kehilangan pekerjaan, mereka tak mampu membayar sewa rusun lalu diusir. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi mengatakan seharusnya warga dipindahkan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

“Jangan memindahkan orang seperti memindahkan barang, jadi etika memindahkan orang, itu harus dipikirkan juga zonasi yang cocok. Dekat pasar untuk orang yang biasanya berjualan, kalau nelayan carikan tempat yang dia bisa nelayan lagi,” Kata Suhaimi kepada Swamedium.com, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/9) lalu.

Suhaimi berpendapat, keadaan warga rusun saat ini merupakan teguran kepada pemerintah provinsi DKI bahwa dalam mengeluarkan kebijakan sebaiknya memerlukan kajian yang mendalam apalagi berhubungan dengan kelangsungan hidup warga, misalnya pekerjaan, pendapatan, pendidikan, tempat ibadah, dan lain-lain.

“Jadi pertama gini, masyarakat itu harus diberikan solusi, kalau itu pindahan dari satu tempat memang nggak bisa ‘simsalabim’ pindah dan dapat penghidupan. Pemerintah itu ketika pindahkan (warga rusun) kira-kira dong, bukan seperti memindahkan barang. Pindahkan itu lingkungannya disiapkan, mencari rezeki disiapkan, sekolah anak-anak disiapkan, ibadah disiapkan, kalau itu semua sudah disiapkan tapi warganya tidak mau bekerja berarti kan mereka malas, itu harus dibimbing,” kata Suhaimi.

Sebelumnya dikabarkan warga rusun, khususnya Rusun Marunda mengalami penggembokan massal, seluruh barang-barang warga dikeluarkan dari dalam setelah menerima surat edaran dari Gubernur DKI yang isinya warga akan diusir dari rusun jika tidak membayar sewa selama 3 bulan. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.