Minggu, 25 Oktober 2020

Setelah Meikarta, James Riady Akan Bangun MeiDesa, MeiMiskin, MeiPelosok

Setelah Meikarta, James Riady Akan Bangun MeiDesa, MeiMiskin, MeiPelosok

Foto: Proyek pembangunan Meikarta yang tetap berjalan meski bermasalah dalam perizinan. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Anda ini memang selalu bersangka buruk terhadap James Riady. Padahal, beliau tidak hanya membuat Meikarta saja. Beliau akan bangun MeiDesa, MeiMiskin, MeiPelosok, dll, untuk orang-orang yang masih belum terpenuhi hak-hak konstitusionalnya. Untuk orang-orang yang supermiskin.

Jadi, berhentilah melihat Meikarta sebagai proyek kapitalisme. Bukankah harga bangunan di kota baru ini “cuma” Rp7,000,000 saja per meter? Sangat terjangkau. Harga diskon, kata iklan Lippo. Pak James tidak ambil untung di Meikarta. Hanya orang-orang yang tak punya hati saja yang menuding James Riady menyulap tanah sawah 200 ribu menjadi 10 juta.

Dan, yang teramat penting untuk Anda ingat ialah bahwa Pak James itu memikirkan dengan sungguh-sungguh kekurangan rumah sebanyak 11 juta unit lagi. Beliau membuat Meikarta karena defisit hunian itu. Bukan karena keserakahan bisnis, seperti diduga banyak orang. Hanya saja, karena di sekitar Jakarta sedang banyak yang memerlukan rumah, didahulukanlah Meikarta.

Perumahan Meikarta, kata Lippo, yang didukung oleh kampanye media-media Riadiyyin, akan hadir sebagai penggerak ekonomi dan bisnis. Akan menjadi pendukung kegiatan industri di Cikarang. Jadi, Meikarta bukan proyek kapitalis walaupun hadir untuk kapitalisme menurut pemahaman yang normal.

Meikarta adalah bentuk kerisauan dan kepedulian Pak James Riady terhadap kekurangan rumah di Indonesia yang sangat beliau cintai ini.

Saking risaunya Pak James Riady terhadap kekurangan rumah itu, sampai-sampai beliau kesampingkan dulu masalah izin pembangunan Meikarta. Sebab, begitu banyak orang yang berminat “berinvestasi” (upss, salah ucap) di sana. Maksud saya, begitu banyaknya orang yang memerlukan tempat tinggal yang “murah”.

Tentang beliau “tak sempat” mengurus izin bangunan Meikarta, Pak James mengatakan, “Mohon maaf kalau ada kekurangan, semua akan dilengkapi. Fokusnya adalah bagaimana memikirkan 11 juta defisit rumah.”

Pages: 1 2 3

Related posts

1 Comment

  1. Anonim

    perumahan rakyat apa yg anda maksud perumahana yg berharga puluhan miliar.?? Itu sih namanya bukan rumah utk rakyat tp utk org kaya aja.kalo mau bngun tuh rumah sederhana utk rakyat seperti rumah BTN.please jgn membodohi kita.rakyat sudah pintar sekarang dalam berfikir dan mencerna informasi.

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.