Selasa, 20 Oktober 2020

Bank DKI Dinilai Tak Siap Tangani Pembayaran Online Sewa Rusun

Bank DKI Dinilai Tak Siap Tangani Pembayaran Online Sewa Rusun

Foto: Warga rusun yang diusir Pemprov DKI datangi DPRD DKI. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Warga rusun mengeluhkan kinerja Bank DKI soal penghimpunan pembayaran sewa rusun. Pasalnya, uang warga yang disetorkan setiap bulan mandek sehingga terkesan warga menunggak.

Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Wilayah Penjaringan Hendrik mengatakan sistem pembayaran melalui perbankan ini seperti dipaksakan. Akibatnya justru warga kesusahan sehingga terkesan menunggak hingga beberapa bulan.

“Manajemen dari pihak pengelola nggak bagus, padahal warga bayarnya rutin, bayar autodebet itu dipaksakan belum waktunya, Bank DKI punya autodebet tapi dipaksakan,” kata Hendrik kepada Swamedium.com, di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (14/9).

Warga juga mengaku kecewa soal sistem tersebut. Mereka menilai banyak kejanggalan-kejanggalan seperti sistem jaminan, denda, dan bunga berjalan. Warga lebih setuju bila pembayaran sewa kembali dilakukan secara manual lewat loket.

“Bunga berjalan ini permainan apa? Apa rakyat harus digencet lagi? Mati digencet terus. Yang enak kita manual, buka loket, kita dapat kwitansi. Waktu itu pakai kwitansi, tiba-tiba otomatis,” kata warga Rusun Penjaringan, Agus.

Warga juga mengaku tidak mendapat sosialisasi apapun kecuali pemberitahuan lewat spanduk soal berubahnya sistem pembayaran sewa tersebut. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.