Minggu, 25 Oktober 2020

Hersubeno Arief: Masih Waraskah Bangsa Kita?

Hersubeno Arief: Masih Waraskah Bangsa Kita?

Oleh : Hersubeno Arief

Jakarta, Swamedium.com – Judul tulisan ini bukan sebuah pertanyaan retoris. Tapi pertanyaan serius secara harfiah, “Apakah bangsa kita memang benar masih waras?”

Semua hal di negeri ini diperdebatkan, diplintir, digoreng, dipersekusi. Sekarang trendnya, alih-alih beradu argumentasi, berdebat dengan baik, mereka lebih memilih langsung laporkan ke polisi.

Isu yang paling baru adalah dipilihnya –bukan terpilihnya—Halimah Yacob seorang wanita muslim Melayu, menjadi Presiden Singapura.

Bagi kelompok yang selama ini selalu mengklaim mengusung ide-ide pluralisme, anti intoleransi, tampilnya Halimah Yacob sebagai bukti bahwa negara tetangga tersebut sangat menjunjung tinggi pluralisme, tidak ada diskriminasi. Berbeda jauh dengan Indonesia.

Bagaimana tidak hebat tetangga sebelah ini. Dengan mayoritas Cina non muslim (74%), tapi minoritas Melayu (13%) beragama Islam pula, kok bisa jadi presiden.

Inilah bukti bahwa pluralisme dijaga, hak minoritas dihormati, tidak ada intoleransi. Bukti bahwa tidak ada diskriminasi dalam berpolitik. Di atas itu semuanya, inilah bukti nyata bahwa demokrasi telah berjalan dengan sangat baik.

Mereka abai atau sengaja menafikan fakta bahwa dibandingkan dengan Indonesia, demokrasi di Singapura tidak ada apa-apanya. Di Indonesia banyak pemimpin non muslim yang terpilih dalam kontestasi pilkada di daerah yang mayoritasnya Islam.

Gubernur Kalbar Cornelis, mantan Gubernur Kalteng dua periode Teras Narang dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo adalah beberapa contoh figur non muslim yang terpilih di provinsi dan kota berpenduduk mayoritas Islam. Kalau kalahnya Ahok di Pilkada DKI dianggap sebagai bukti demokrasi tidak berjalan di Indonesia, ya sulit kita untuk berdiskusi dengan akal sehat, secara nalar waras.

Apakah penggoreng isu ini, maaf, bodoh? Tidak paham dengan konstitusi dan praktik politik di negara tempat para pengemplang dana BLBI ngendon dengan nyaman, atau pura-pura tidak paham dan mencoba mengaburkan fakta?

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.