Rabu, 21 Oktober 2020

Kebakaran di Madrasah Kuala Lumpur, 22 Santri dan 2 Pengajar Tewas

Kebakaran di Madrasah Kuala Lumpur, 22 Santri dan 2 Pengajar Tewas

Foto: Ranjang-ranjang tingkat yang hangus dan terali jendela yang gagal didobrak para korban di lantai atas. (reuters)

Kuala Lumpur, Swamedium.com — Sekolah madrasah Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah, Kuala Lumpur, terbakar, Kamis (14/9) dinihari waktu setempat. Sebanyak 22 orang santri dan 2 staf pengajar dilaporkan tewas.

“Ini merupakan kebakaran terburuk yang pernah terjadi di Malaysia selama 20 tahun terakhir,” kata Khirudin Drahman, kepala departemen pemadaman kebakaran, seperti dikutip kantor berita Prancis, AFP.

Para korban kemungkinan besar terperangkap dalam pondokan mereka dan kesulitan meloloskan diri karena jendela-jendelanya dilengkapi teralis logam.

Pondokan itu hanya dilengkapi satu pintu masuk, berakibat pada banyaknya korban yang terperangkap.

Menurut polisi, para santri yang tewas itu semuanya laki-laki, berusia antara 13 hingga 17 tahun.

Sebagian besar santri di pesantren tahfiz -hafalan Alquran – itu tinggal di pondokan.
Kebakaran mulai terjadi kamis sekitar pukul 05:40 (04:40 WIB), di bagian pondokan santri.

Gambar dan video yang beredar di internet menunjukkan lantai atas pesantren yang dilalap api. Petugas mengatakan, tim pemadaman kebakaran segera tiba dalam hitungan menit dan api dipadamkan dalam tempo satu jam.

Puluhan santri yang selamat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan terkait gangguan pernafasan akibat menghirup udara beracun.

Pihak berwenang Malaysia pernah mengemukakan keecemasan tentang standar keselamatan di pesantren dan sekolah agama swasta yang tidak masuk sistem.

Media setempat melaporkan, sejak tahun 2015 telah terjadi lebih dari 200 kebakaran di pesantren tersebut. (bbc/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.