Minggu, 25 Oktober 2020

Menkeu Sebut Pegawai Pajak Yang Korupsi Itu Khianati Reformasi

Menkeu Sebut Pegawai Pajak Yang Korupsi Itu Khianati Reformasi

Foto: Menkeu Sri Mulyani. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kecewaa karena ada lagi dua pegawai pajak yang tertangkap tangan oleh KPK karena diduga menerima suap Rp14 miliar terkait kasus penjualan faktur pajak. Perilaku tamak aparat pajak itu disebutnya mengkhianati upaya reformasi birokrasi yang sedang dilakukannya.

Seperti diketahui, laporan keuangan Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani juga mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. Tetapi, opini WTP itu tidak menjamin Kemenkeu sudah bebas dari korupsi.

“Saya benar-benar kecewa dengan adanya perilaku yang sifatnya ketamakan di tengah-tengah upaya reformasi yang kita lakukan,” kata Menkeu di Istana Negara Jakarta, Kamis (14/9) yang dikutip Antara.

Meskipun demikian, Ia menyebutkan terkait masalah integritas, suap dan korupsi, Kemenkeu memiliki komitmen kuat memerangi korupsi. Menurut Sri, terhadap anak buahnya di Ditjen Pajak yang terkena OTT saat ini sedang dilakukan investigasi lebih lanjut.

“Yang bersangkutan sudah dinonjobkan dan sanksi kepegawaian sedang diproses,” kata Menkeu.

Sri mengatakan, Kemenkeu terus berupaya melakukan pembersihan terhadap pegawai-pegawai yang tidak memiliki komitmen bekerja secara bersih.

“Saya punya 32.000 karyawan, kita bersihkan berdasarkan sistem di dalam, tapi bukan berarti kita nggak buat laporan yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai adanya daerah yang laporan keuangannya sudah memperoleh opini WTP tapi masih ada yang terkena OTT, Menkeu mengatakan WTP merupakan nilai laporan keuangan sesuai peratuaran perundang-undangan dan tingkat kewajaran dan kepatuhan.

“Jadi bagaimana menghitung persediaan, biaya, belanja, itu dilakukan sesuai dengan standar akuntansi, termasuk yang saya sebutkan aktual. namun dalam setiap laporan ada mark up, atau mark up itu dipakai untuk sogok, atau suap, itu dia tidak terlihat kecuali kalau dilihat tingkat kewajaran kalau ada audit untuk tujuan tertentu atau audit khusus,” jelasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.