Jumat, 23 Oktober 2020

Sekjen PBB Desak Myanmar Hentikan Pembersihan Etnis Rohingya

Sekjen PBB Desak Myanmar Hentikan Pembersihan Etnis Rohingya

Foto: Sekjen PBB, Antonio Guterrers (REUTERS)

New York, Swamedium.com– Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut situasi Rohingya sebagai sebuah tragedi dan pihak berwenang Myanmar harus menghentikan kekerasan di negara bagian Rakhine.

Guterres mengatakan bahwa pengungsian sekitar sepertiga umat Muslim Rohingya menunjukkan terjadinya pembersihan etnis, sekaligus memperingatkan bahwa krisis itu menciptakan ketidakstabilan kawasan.

Dalam keterangan persnya di New York, Guterres meminta pihak berwenang Myanmar menangguhkan aksi militer, mengakhiri kekerasan, dan menegakkan hukum serta mengaku hak untuk kembali bagi semua yang sudah meninggalkan negara itu.

“Ketika sepertiga penduduk Rohingya harus meninggalkan negara, bisakah Anda menemukan kata yang lebih baik untuk menggambarkannya,” kata Guterres soal kondisi yang terjadi di Rakhine seperti dilansir bbc, Kamis (14/9).

Dalam keterangan kepada para wartawan di New York, Antonio Guterres juga menyerukan pengakuan atas hak untuk kembali bagi semua yang sudah meninggalkan Myanmar.

Sementara Dewan Keamanan PBB setelah menggelar sidang tertutup, mengecam kekerasan di Rakhine dan mendesak harus diambil segera langkah-langkah untuk menghentikannya.

Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan tertutup, Rabu (13/9), yang dihadiri 15 anggotanya, termasuk Cina yang merupakan pendukung pemerintah Myanmar.

Usai pertemuan, dewan mengeluarkan pernyataan yang disepakati secara bulat yang mengecam ‘serangan awal atas pasukan keamanan dan kekerasan setelahnya’.

Lebih lanjut, pernyataan mengungkapkan ‘keprihatinan atas laporan-laporan tentang kekerasan yang berlebihan selama operasi militer dan menyerukan ‘langkah mendesak untuk mengakhiri kekerasan di Rakhine’ serta menjamin ‘perlindungan para warga sipil’. (bbc/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.