Sabtu, 17 Oktober 2020

Warga Rusun Akui Tak Terima Sosialisasi Sistem Pembayaran Sewa

Warga Rusun Akui Tak Terima Sosialisasi Sistem Pembayaran Sewa

Foto: Warga Rusun yang diusir Pemprov DKI mendatangi Gedung DPRD DKI. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Warga rusun yang diduga menunggak pembayaran sewa hingga berbulan-bulan mengaku kesulitan melakukan pembayaran dengan sistem debet, ditambah lagi perubahan sistem pembayaran dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada sosialisasi sebelumnya.

“Ngga ada sosialisasi, langsung aja. Kita langsung dikasih buku, sosialisasinya cuman pakai spanduk ‘mulai bulan sekian telah dimulai pembayaran dengan autodebet,” kata Warga Penjaringan, Agus kepada Swamedium, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (14/9).

Selain sistem yang tidak disosialisasi, warga mengaku langsung menerima buku tabungan Bank DKI dengan kata lain mereka telah terdaftar memiliki akun di Bank DKI.

“Kalau warga dikumpulkan disosialisasikan ngga ada. Pokoknya tiba-tiba kita dikasih buku tabungan aja dengan kata lain diharuskan buka tabungan,” kata Agus.

Akibat tidak adanya sosialisasi, warga kesulitan dan mengalami keanehan. Agus misalnya, dia mengatakan selama ini ia melihat ketidaksesuaian dari jumlah tunggakan dengan uang yang berkurang dari rekeningnya. Jumlahnya terbilang besar bagi mereka, mencapai Rp 1 juta.

“Kita selisihkan kebanyakan janggal. Semalam saya cek tagihan Rp 5.400.000 ketika diprint out itu bayar Rp. 4.400.000, satu jutanya kemana?,” kata Agus.

Hari ini, warga kembali mendatangi gedung DPRD membawa beberapa bukti data untuk meminta pemutihan atas ‘tunggakan’ mereka. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.