Minggu, 25 Oktober 2020

Bantuan untuk Rohingya Berlanjut, Indonesia Bangsa Tangan di Atas

Bantuan untuk Rohingya Berlanjut, Indonesia Bangsa Tangan di Atas

Foto: Tim ACT dan Dubes Indonesia untuk Bangladesh menerima bantuan dari Indonesia untuk disalurkan ke kamp-kamp pengungsi Rohingya di Chittagong, Bangladesh. (Dok. ACT)

Chittagong, Swamedium.com — Selalu ada kepedulian untuk Rohingya, begitu kalimat paling tepat untuk menggambarkan atmosfer ketika dua pesawat Hercules C-130 TNI AU mendarat mulus di Bandara Chittagong, Bangladesh, Kamis (14/9) kemarin.  

Dalam dua waktu yang berbeda, izin pendaratan diberikan oleh otoritas Bandara Chittagong pada pukul 17.00 Waktu Chittagong untuk pesawat Hercules pertama, sementara izin pendaratan kedua diberikan pada pukul 19.00 waktu setempat.

Kedua pesawat angkut berat berbendera Indonesia itu berisi puluhan barang bantuan kebutuhan pokok. Juga barang logistik paling urgen yang bakal didistribusikan ke kamp-kamp pengungsian Rohingya di Cox’s Bazar, Chittagong.

Seluruh bantuan disiapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, diterbangkan langsung dari Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Total ada empat pesawat Hercules yang berangkat ke dari Jakarta ke Chittagong via Banda Aceh.

Usai mendarat, bantuan dari Indonesia itu pun melegitimasi predikat yang tersemat pada negeri ini sebagai “Bangsa Tangan di Atas”. Atas nama Indonesia, berbagai aksi kemanusiaan sebelumnya juga sudah berkali-kali dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di berbagai titik kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh.

Terhitung sudah sejak sekira tiga pekan lalu Tim #SOSRohingya ACT sudah berada di Bangladesh. Setiap hari bergerak ke satu titik kamp ke kamp lain, membawa dan mendistribusikan belasan ton bantuan kemanusiaan per hari.

Jika ditotal, mungkin sejak tiga pekan beraksi, sudah lebih dari 500 ton bantuan dikirimkan untuk kamp-kamp pengungsi Rohingya. Masuk ke kamp-kamp pengungsian baru, berjibaku dengan lumpur tebal dan hujan lebat yang terus mengguyur Chittagong selama beberapa hari terakhir.

Selama kurang lebih tiga pekan menggulirkan aksi kemanusiaan untuk Rohingya di Bangladesh, tim SOS Rohingya ACT berkiprah di berbagai lokasi kamp pengungsian. Mulai dari area kepadatan pengungsi Rohingya paling kumuh di Kanzarpara, Balukhali, Kutapalong, sampai ke wilayah pesisir tempat terdamparnya puluhan ribu pengungsi Rohingya di Teluk Bengali, kawasan Shamlapur.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.