Rabu, 21 Oktober 2020

Penangkapan Asma Dewi Diprotes Presidium Tamasya Al Maidah

Penangkapan Asma Dewi Diprotes Presidium Tamasya Al Maidah

Foto: Presidium Tamasya Al Maidah. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Ditangkapnya seorang ibu rumah tangga bernama Asma Dewi, yang juga aktif dalam aksi-aksi bela Islam beberapa waktu lalu, atas tuduhan ujaran kebencian di media sosial Facebook, mengundang reaksi dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Presidium Tamasya Al Maidah.

Inisiator Tamasya Al Maidah Ansufri Idrus Sambo (Sambo) mengatakan, pihaknya memprotes penangkapan tersebut, sebab, apa yang diunggah Asma Dewi di akun Facebooknya bukanlah ujaran kebencian melainkan sebagai bentuk kritik terhadap ketidakadilan hukum yang terjadi di Indonesia.

“Kami menolak penangkapan itu, karena kami menganggap apa yang dilakukan beliau (Asma Dewi) di medsos hanyalah memposting ungkapan protes dan kritik terhadap berbagai bentuk kezaliman yang terjadi di negeri ini,” kata Sambo saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/9) kemarin.

Menurut Sambo, justru pihaknya melihat banyak kasus yang merupakan ujaran kebencian namun terkesan tidak diproses oleh kepolisian meski kasus itu sudah dilaporkan.

“Bahkan kami justru melihat banyak ujaran kebencian yang jauh lebih dahsyat yang dilakukan org lain seperti Viktor Laiskodat kepada Islam dan umat Islam malah dibiarkan saja dan tidak ditangkap oleh polisi,” ujarnya.

Dikatakan Sambo, mereka menilai penangkapan terhadap Asma Dewi sebagai bentuk diskriminasi hukum dan kriminalisasi oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kepada umat Islam, khususnya para alumni 212 seperti yang dilakukan kepada para Ulama dan aktivis-aktivis sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Sambo juga mengecam cara penangkapan yang dilakukan kepolisian terhadap Asma Dewi.

“Yang dilakukan oleh polisi terkesan sangat represif terhadap seorang ibu rumah tangga, seperti menangkap penjahat yang sangat berbahaya,” tukasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.