Kamis, 29 Oktober 2020

Ferdinand Hutahaean: Benarkah Intelijen Menekan Gubernur Papua?

Ferdinand Hutahaean: Benarkah Intelijen Menekan Gubernur Papua?

Foto: Foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Papua Lukas Enembe yang beredar di jejaring percakapan Whatsapp. (ist)

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Jakarta, Swamedium.com — Seharian penuh kemarin hingga pagi ini, jagad media sosial cukup riuh dengan beredarnya berita tentang pertemuan Kepala Badan Intelijen Negara, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara dan Gubernur Papua yang kabarnya dilakukan di Rumah Dinas Kepala Badan Intelijen Negara di bilangan Jakarta Selatan, Jalan Tirtayasa.

Riuhnya berita itu beredar bermula dari beredarnya sebuah Foto pertemuan tersebut yang tidak lama disusul dengan beredarnya sebuah pesan broadcast melalui Whatsapp. Pesan berantai itu seolah menunjukkan laporan dari Deputi II (mungkin maksudnya Deputi II BIN) yang ditujukan kepada Panglima TNI yang melaporkan tentang isi pertemuan di Tirtayasa tersebut.

Publik pun terhentak bagai disambar petir disiang hari membaca pesan berantai tersebut. Terlepas dari kebenaran pesan berantai itu apakah berasal dari Deputi II atau bukan, publik telah mencerna itu sebagai sebuah informasi meski publik masih banyak yang bertanya kebenarannya dan tidak sedikit yang juga percaya bahwa benar hal tersebut terjadi.

Sekali lagi terlepas dari kebenaran sumbernya, bahwa informasi yang beredar dari sumber-sumber yang dapat dipercaya bahwa memang pertemuan itu ada dan isi pertemuan adalah seperti yang tercantum dalam pesan berantai tersebut.

Secara khusus yang paling tersorot dari beberapa laoran tersebut adalah adanya penekanan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe untuk mengamankan Jokowi 2019 dan mengamankan suara PDIP 2019. Ini tentu akan mencederai Demokrasi yang susah payah dibangun sebagai buah manis Reformasi yang dibayar mahal bahkan dengan nyawa para pahlawan reformasi.

Jika benar Intelijen menekan Gubernur Papua untuk misi pemenangan Partai Politik, maka ini akan menjadi skandal besar demokrasi Indonesia. Dan jika benar Intelijen menekan kepala daerah untuk memenangkan Jokowi 2019, maka ini juga skandal besar yang bisa berujung kepada pemberhentian Presiden oleh MPR DPR.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.