Sabtu, 24 Oktober 2020

Impor Barang Konsumsi Turun, RI Banyak Beli Kendaraan Tempur

Impor Barang Konsumsi Turun, RI Banyak Beli Kendaraan Tempur

RI banyak beli tank dan kendaraan tempur

Jakarta, Swamedium.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan impor barang konsumsi RI melambat dalam beberapa bulan terakhir. Belanja terbesar justru untuk membeli tank dan kendaraan tempur lapis baja dengan nilai mencapai US$ 46,2 juta.

Menurut BPS, nilai impor Indonesia pada Agustus 2017 mengalami penurunan US$ 399,8 juta atau 2,88% dibandingkan Juli 2017. Penurunan tersebut disumbangkan oleh penurunan impor non migas US$ 580,6 juta (4,80%), walaupun impor migas meningkat US$ 180,8 juta atau 10,16%.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, penurunan impor disebabkan lonjakan impor bulan Juli 2017 lalu. Sehingga permintaan impor Agustus 2017 tidak mengalami lonjakan bahkan mengalami penurunan.

“Saya kira pada bulan lalu, impor naik tinggi sekali. Kenaikan impor bahan baku dan bahan penolong luar biasa tingginya,” ujar Suhariyanto dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).

BPS memperkirakan, pelemahan impor barang konsumsi dikarenakan momentum pasca Lebaran. Total impor barang konsumsi pada Agustus 2017 tercatat sebesar US$ 1,14 miliar. Secara akumulatif Januari-Agustus 2017, impor barang konsumsi US$ 8,6 miliar.

Lebih lanjut Suharyanto mengungkapkan, penurunan impor pada bulan Agustus 2017 dibandingkan Julin 2017 bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Pasalnya, kebutuhan barang yang diimpor kemungkinan sudah terpenuhi sebagian di bulan sebelumnya.

“Mungkin sudah ter-cover di bulan sebelumnya. Enggak worry (khawatir) kalau month to month, kalau lihat kumulatif masih naik semua,” kata Suhariyanto.

Meski demikian, kata Suhariyanto, sepanjang Januari-Agustus 2017 nilai impor kumulatif mencapai US$ 99.681,4 juta atau naiik 14,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan terjadi pada impor migas dan non migas masing-masing US$ 3.353,3 juta (27,94%) dan US$ 8.931,9 juta (11,85%). “Year on year tadi naik semua impornya,” tutur dia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.