Minggu, 25 Oktober 2020

Kuasa Hukum Minta Polisi Lindungi Ponpes Ibnu Masud

Kuasa Hukum Minta Polisi Lindungi Ponpes Ibnu Masud

Foto: Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Tim advokasi Pondok Pesantren Ibnu Masud, Al Ghifari dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta meminta kepada pihak kepolisian untuk melindungi ponpes tersebut terutama jika muncul tekanan dari massa. Sebab pembakaran yang sering disebut-sebut oleh massa dinilai tidak etis dan bertentangan dengan hukum.

“Meminta Polres Kabupaten Bogor dan Polda Jabar untuk memberikan perlindungan hukum terhadap Pondok Pesantren Ibnu Masud, terutama jika terdapat tekanan masa untuk pembubaran,” kata Tim Advokasi Ponpes Ibnu Masud, Al Ghifari dari LBH Jakarta dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (15/9).

Tim advokasi Ponpes Ibnu Masud yang terdiri dari Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa (PBH Dompet Dhuafa), Social Movement Institute (SMI) Amnesty Internasional Indonesia dan lembaga bantuan hukum Jakarta (LBH Jakarta) menyatakan juga berharap upaya pembubaran pondok pesantren Ibnu Masud dihentikan.

“Karena surat pernyataan yang ditandatangani oleh orang yang tidak berwenang dan dibuat atas dasar paksaan tidak bisa dijadikan dasar pembubaran Ponpes Ibnu Masud. Pembubaran tidak pernah ada,” kata Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid.

Tim Advokasi juga mendesak Muspida dan Muspika menghindari cara-cara kekerasan, pemaksaan dan pengerahan aparat atupun ormas dalam menuntut pembubaran Ponpes Ibnu Masud.

“Penutupan suatu pondok pesantren ataupun sebuah badan hukum haruslah berdasarkan hukum dan tunduk pada prinsip HAM,” katanya.

Mereka berpendapat, pemerintah harus bisa memfasilitasi ponpes yang memiliki kekhususan dan memberikan bantuan sarana untuk perkembangan pesantren.

Jika terdapat orang-orang di Ponpes yang diduga terkait dengan kegiatan terorisme, maka, menurut mereka tindakan yang tepat adalah memproses secara hukum, bukan membubarkan pesantren secara keseluruhan.

Rencana pembubaran Ponpes Ibnu Masud ini dipicu oleh peristiwa pembakaran umbul umbul merah putih oleh salah seorang pendamping santri (MS) pada tanggal 16 Agustus 2017, atas desakan massa dan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) akhirnya tiga orang pengurus menandatangani pernyataan akan membubarkan pesantren pada tanggal 17 September 2017.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.