Rabu, 21 Oktober 2020

Menteri Luhut Jelaskan Soal Kerja Sama LNG Dengan Singapura

Menteri Luhut Jelaskan Soal Kerja Sama LNG Dengan Singapura

Menteri luhut bantah beli lng dari singapura

Jakarta, Swamedium.com – Setelah beberapa kali memberikan pernyataan membingungkan, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akhirnya membantah, adanya rencana pemerintah untuk membeli gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari Singapura. Kesepakatan antara PLN dan Pavilion-Keppel itu, dikatakannya hanya terkait kerja sama studi logistik dan penyiapan infrastruktur LNG skala kecil.

Seperti diketahui, publik mempertanyakan kabar PLN dan perusahaan trader Singapura, Pavilion-Keppel, yang menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk pembelian LNG saat Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Singapura pada 6-7 September 2017.

Terkait kabar itu, Luhut menegaskan, tidak ada kesepakatan jual beli gas alam cair dari Singapura. Kesepakatan antara PLN dan Pavilion-Keppel itu, ungkap dia, hanya terkait kerja sama studi logistik dan penyiapan infrastruktur LNG skala kecil.

“Menyangkut LNG, kontraknya itu bukan kontrak jual beli gas. Enggak ada urusan jual beli gas. Singapura itu punya infrastruktur mini yang bisa membawa LNG ke power plant kecil. Sedangkan gasnya, gas kita sendiri,” kata Luhut yang dijuluki warganet ‘menteri segala urusan ini’ di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, yang dikutip detik.com.

Dia menjelaskan, kesepakatan antara PLN dan Pavilion-Keppel akan dievaluasi setelah 6 bulan. Jika dianggap merugikan Indonesia maka tidak akan dilanjutkan.

“Kalau dalam 6 bulan cost-nya tidak masuk, ya nggak jadi. Jadi ini masih kajian. Perjanjian itu ada dan tidak ada yang kita langgar. Kami juga enggak bodoh-bodoh amat. Kami tidak ingin melacurkan diri untuk hal seperti itu,” ujar Luhut.

Luhut menambahkan, kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka peringatan kerja sama Indonesia dan Singapura. Jika kerja sama ini tidak menguntungkan Indonesia juga tidak akan dilanjutkaan.

“Kenapa dilakukan di Singapura, kita dalam rangka 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura, ya kita ingin ada bisnis yang dilakukan, tapi kalau tidak efisien ya kita tidak jadi,” tutupnya

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.