Senin, 26 Oktober 2020

Organisasi Pengembang Akui Bisnis Properti Sedang Lesu

Organisasi Pengembang Akui Bisnis Properti Sedang Lesu

sektor properti lesu

Jakarta, Swamedium.com – Organisasi pengembang properti, Real Estate Indonesia (REI) mengakui, bisnis properti sedang lesu. Penjualan di sektor properti lesu lantaran masyarakat menahan diri untuk belanja meski punya uang.

“Jadi kita selalu diingatkan industri properti kan sedang lesu. Semester pertama kan dibilangnya industri properti lesu. Memang iya,” jelas Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata, di sela Pameran Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE BSD, Serpong, Kamis (14/9) yang dikutip okezone.

Pihak REI menjelaskan bahwa lesunya sektor properti yang diakibatkan oleh konsumen yang menahan diri untuk membeli produk properti terlihat dari mengendapnya uang masyarakat di perbankan.

“Ketika kita deteksi, uang di bank banyak sekali. Jadi kepercayaan masyarakat untuk belanjakan uangnya itu rendah, baik sebagai investasi maupun untuk beli kebutuhan rumah primernya. Jadi orang istilahnya katanya wait and see,” terang pria yang akrab disapa Eman.

Oleh karena itu, Ketua Umum REI mengajak masyarakat mulai menyadari pentingnya segera membeli hunian sebelum terlambat. Dia menilai, membeli hunian tidak terbatas hanya untuk dihuni secara pribadi. Untuk investasi juga menjanjikan.

“REI ingin tunjukkan bahwa anda saatnya berinvestasi saat ini. Kalau investasi nanti, tahun depan harga sudah naik ya susah. Dan kalau anda butuh rumah, sekarang lah waktunya membeli,” paparnya.

Dengan semakin banyak masyarakat membeli hunian, maka pihaknya berharap itu mampu berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah, baik untuk mendorong konsumsi masyarakat maupun program sejuta rumah. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.