Minggu, 25 Oktober 2020

Penangkapan Asma Dewi Dinilai Bertentangan dengan Demokrasi

Penangkapan Asma Dewi Dinilai Bertentangan dengan Demokrasi

Foto: Inisiator Tamasya Al Maidah Ansufri Idrus Sambo. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Dengan melihat berbagai macam kejadian yang menimpa Umat Islam di negeri yang mayoritas muslim ini, mulai dari berbagai kasus penistaan agama oleh beberapa tokoh, sampai kepada kriminalisasi para ulama dan aktivis-aktivis, pembubaran ormas islam HTI dan berbagai macam diskriminasi hukum, politik dan ekonomi kepada Umat Islam hal tersebut dinilai bertentangan dengan asas demokrasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Presidium Tamasya Al Maidah Ansufri Idrus Sambo dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (14/9) kemarin.

“Penangkapan terhadap Bu Asma Dewi oleh kepolisian adalah bentuk upaya pembungkaman terhadap aktivis yang berupaya kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan rezim Jokowi yang sangat dianggap pro kepada cukong-cukong, permisif dengan PKI dan diskriminatif kepada Umat Islam Padahal upaya-upaya pembungkaman suara-suara kritis dari rakyat seperti ini sangat bertentangan dengan UUD 1945 dan demokrasi,” kata Sambo, di Jakarta.

Baginya, lanjut Sambo, penangkapan serta pembengkakan suara-suara kritis merupakan sikap diskriminatif pemerintah dan aparat kepada Umat Islam.

“Kami yakin bahwa penangkapan Ibu Asma Dewi dan aktivis lainnya, kriminalisasi kepada ulama dan ustadz serta seluruh tindakan yang bersikap diskriminatif terhadap umat Islam yang makin hari makin mencolok dilakukan oleh pihak kepolisian tentu berasal dari dan tidak mungkin lepas dari kebijakan Presiden,” pungkas Sambo.

Dia mengajak kepada Umat Islam untuk bersatu, menenggakan ajaran Islam dan berjamaah menjaga keutuhan NKRI. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.