Senin, 19 Oktober 2020

Serikat Pekerja Duga Ada Konspirasi Dibalik Gerakan Bayar Nontunai

Serikat Pekerja Duga Ada Konspirasi Dibalik Gerakan Bayar Nontunai

gerakan pembayaran tol non tunai mulai diberlakukan. (nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menduga ada konspirasi antara perbankan dengan pemerintah dibalik pencanangan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT//less cash society). GNTT dan Gardu Tol Otomatis atau GTO dinilai hanya menguntungkan perbankan, namun mengabaikan hak rakyat.

Dalam siaran persnya, Presiden ASPEK Indonesia dan Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional, Mirah Sumirat mengatakan, patut diduga, keberadaan GNNT ini tidak terlepas dari aksi korporasi perbankan yang ingin menarik dana sebanyak mungkin dari masyarakat dengan cara yang mudah.

”Cara termudah bagi korporasi perbankan adalah meminta dukungan kepada Pemerintah untuk mengeluarkan regulasi yang berpihak pada kepentingan bisnis perbankan,” ungkap dia yang dikutip Republika, Kamis (13/9).

Menurut Mirah, GNNT adalah produk lobi korporasi perbankan kepada Pemerintah. Hal ini dapat terlihat saat pencanangan GNNT oleh Bank Indonesia pada Agustus 2014 yang lalu, dimana pemain utama GNNT di awal adalah 3 bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) yaitu Bank Mandiri, BNI dan BRI.

Bentuk lobi korporasi perbankan kepada Pemerintah (pusat dan daerah) juga terlihat jelas saat pencanangan GNNT yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah serta Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia sebagai komitmen untuk mendukung GNNT.

”Masyarakat sesungguhnya tidak membutuhkan GNNT, termasuk pengguna jalan tol tidak membutuhkan transaksi nontunai atau elektronik di gardu tol otomatis (GTO),” ucap Mirah.

Sebab, lanjut dia, GNNT dan GTO hanya menguntungkan korporasi perbankan dan mengabaikan hak rakyat. Jika target pemberlakuan transaksi non tunai hanya mudah, aman dan efisien, itu jelas terlalu mengada-ada.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.