Minggu, 25 Oktober 2020

Situs PSSI Diretas Usai Beri Sanksi Persib Terkait “Save Rohingya”

Situs PSSI Diretas Usai Beri Sanksi Persib Terkait “Save Rohingya”

Foto: Konfigurasi oleh Bobotoh menampilkan "Save Rohingya". (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Dukungan terhadap kejahatan kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar berupa konfigurasi kalimat “Save Rohingya” oleh suporter Persib Bandung, Bobotoh pada Sabtu, 9 September 2017 berbuntut sanksi. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda Persib Bandung sebesar Rp50 juta karena aksi suporternya.

Dalam surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017, Komdis PSSI menyebutkan aksi Bobotoh yang dilakukaan saat Persib Bandung menjamu Semen Padang sebagai tindakan pelanggaran disiplin. Surat tersebut ditandatangani pada Rabu (13/9) lalu.

”Suporter Persib Bandung terbukti dengan sengaja merencanakan untuk melakukan konfigurasi dengan tulisan ‘Save Rohingya’ dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin,” tulis Laman resmi Persib Bandung menyalin surat dari PSSI.

Dengan hukuman itu, Persib diharuskan membayar denda itu selambat-lambatnya 14 hari usai diterimanya keputusan itu. Komdis PSSI pun menyebut Persib Bandung tak dapat mengajukan banding.

Sehari usai diterbitkannya surat tersebut, laman resmi PSSI, PSSI.org diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya WithoutName dan Mujahidinjection dari kelompok Extreme Crew dan Muslim Cyber Security.

Laman PSSI yang biasanya menampilkan informasi seputar sepakbola di Indonesia menjadi berubah tampilannya menjadi foto-foto etnis Rohingya yang mengalami penindasan.

Dicantumkan juga tulisan bernada protes terhadap sanksi yang diberikan Komdis PSSI terhadap Persib Bandung.

”Dengan alasan politik PSSI melarang aksi solidaritas kemanusiaan di dalam stadion. Lalu apa bedanya Rohingya, Palestina, dan Paris? Kenapa untuk aksi Paris boleh, sedangkan untuk Palestina dan Rohingya dilarang?”

”Apalagi menghitung jumlah korban jauh lebih banyak korban Palestina dan Rohingya. Jadi sekarang cukup jelas PSSI itu bukan melarang aksi solidaritas, tapi mereka melarang aksi solidaritas untuk kaum Muslim dan memperbolehkan untuk non-Muslim. Ketika ada korban jatuh dari kalangan non-Muslim mereka teriak HAM!”

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.