Selasa, 20 Oktober 2020

Kang Emil Ajak Pelajar SD Nonton Wayang Golek

Kang Emil Ajak Pelajar SD Nonton Wayang Golek

WAYANG GOLEK - Walikota Bandung Ridwan Kamil Temani Pelajar SD di Bandung Nonton Wayang Golek di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (16/9). Dalang dalam pertunjukkan tersebut Wawan Dede Amung Sutarya. (Foto: Ris)

Bandung, Swamedium.Com – Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan ada tiga hal yang harus diperjuangkan jika ingin menjadi orang sukses. Pertama harus Nyantri, kedua Nyunda dan yang terakhir Nyakola.

Pandangan tersebut disampaikan Kang Emil, panggilan akrab untuk Ridwan Kamil pada kegiatan Peningkatan Apresiasi Seni siswa siswi terhadap Pertunjukan Wayang di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (16/9).

Pertunjukkan wayang golek pada acara tersebut dipersembahkan oleh dalang Wawan Dede Amung Sutarya. Adapun penontonnya siswa dan siswi dari SDN Soka, SD Gambir, SDN centeh dan SDN Garuda Dadali.

“Kata Nyantri tersebut masuk dalam bahasa Sunda yang artinya Santri. Maka jika ingin jadi orang sukses harus Nyantri, Rajin ibadah, jangan lupa sholat untuk yang muslim, rajin ke tempat ibadah dan berdoa untuk meminta buang terbaik dalam hidup kalian,”tuturnya.

Ditambahkan Kang Emil, yang kedua yaitu harus Nyunda. Karena kita tinggalnya di tanah Sunda maka harus pintar berbudaya Sunda.

“Maka ada pepatah mengatakan, dimana bumi dipijak disitu langitnya dijunjung. Sebagai orang Sunda kita harus pintar budayanya. Baik itu bahasa, perilaku maupun sopan santun kepada orang lain,”jelasnya.

Lanjutnya yang terakhir itu Nyakola. Arti Nyakola itu berpendidikan. Budaya dan agama yang baik mencerminkan kita itu berpendidikan baik juga.

“Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bandung, khususnya budaya, maka setiap satu minggu sekali sengaja wayang golek ini disampaikan untuk anak anak SD. Hal itu dilakukan supaya sejak kecil bisa mencinta budayanya,”jelasnya.

Kang Emil berharap, kedepannya untuk memberikan materi yang lebih baik harus memiliki tema yang beragam.

“Intinya dalam pendidikan ini jangan lupa kita mencintai budaya dan tidak boleh lupa ibadah,”pungkasnya. (Dng/Ris)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.