Minggu, 25 Oktober 2020

LPS Tutup 6 BPR Karena Masalah ‘Fraud’

LPS Tutup 6 BPR Karena Masalah ‘Fraud’

enam BPR ditutup karena masalah fraud

Jakarta, Swamedium.com – Sampai Juli tahun ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menutup enam Bank Perkreditan Rakyat (BPR) karena terjadi kecurangan (fraud). Namun, penutupan BPR dipastikan tidak menimbulkan dampak sistemik karena asetnya tidak besar.

Direktur Eksekutif Riset Survailence dan Pemeriksaan LPS Didik Mardiono mengatakan, sampai Juli 2017 jumlah BPR yang ditutup sebanyak 6 BPR atau turun dibandingkan tahun lalu. “Atau turun dari periode sama 2016 dimana BPR yang ditutup sebanyak 10 BPR,” kata Didik ketika memberikan paparan, Kamis (14/9).

Meski ada penutupan BPR, dengan tidak besarnya aset BPR maka penutupan BPR ini tidak menimbulkan dampak sistemik.

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menuturkan, penutupan BPR itu rata-rata disebabkan manajemen atau pemilik yang melakukan fraud.

“Mengingat jumlah BPR yang mencapai sekitar 1.800, akan selalu ada bank-bank yang bermasalah. Rata-rata itu karena fraud, karena pemilik atau manajemen melakukan fraud,” ujar Fauzi yang dikutip Cnnindonesia, di Jakarta.

Sejak LPS berdiri tahun 2015, terdapat 81 BPR yang sudah dilikuidasi. Didik Madiono menjelaskan, dari 81 bank yang dilukuidasi, sebanyak 67 bank telah selesai proses likuidasi. Adappun jangka waktu likuidasi rata-rata mencapai 25 bulan dengan claim recovery sekitar 31,69 persen.

Menurut Didik, 81 BPR yang dilikuidasi memiliki jumlah rekening sebanyak 170.275 dan total simpanan mencapai Rp1,52 triliun. Namun, dari jumlah tersebut, simpanan yang layak dibayar tercatat sebanyak 156.142 rekening dengan total simpanan Rp1,21 triliun.

Sementara itu, Sisanya merupakan total simpanan yang tidak layak dibayar karena beberapa faktor, antara lain tidak tercatat dalam pembukuan, tingkatan bunga simpanan yang melebih tingkat bunga pinjaman, dan juga tindakan yang merugikan bank.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.