Sabtu, 24 Oktober 2020

Demiz: APBD Jabar 2018 Naik 4,45 Persen

Demiz: APBD Jabar 2018 Naik 4,45 Persen

Foto: Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai Rapim Pengantar Nota Keuangan di Gedung DPRD Prov Jabar, Senin (18/9). (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.Com — Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan pendapatan daerah tahun 2018 diperkirakan sebesar Rp22,215 triliun lebih. Mengalami kenaikan sebesar Rp945,72 miliar lebih. Adapun belanja anggaran 2018 sebesar Rp24,215 triliun.

“Naik 4,45 persen dibandingkan dengan target pada APBD murni 2017 Rp21,269 triliun lebih,” kata Demiz, panggilan akrab Deddy Mizwar pada Rapat Paripurna (Rapim) DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (18/9).

Pendapatan daerah tersebut, kata Demiz, bersumber dari pendapatan Asli Daerah (PAD), diperkirakan sebesar Rp17,584 triliun lebih, meningkat sebesar Rp1,060 triliun lebih atau naik 6,42 persen di bandingkan target pada APBD murni 2017 sebesar Rp16,524 triliun lebih.

“Sumber pendapatan lainnya, berasal dari dana perimbangan sebesar Rp4,599 lebih,” jelasnya.

Adapun sumber pendapatan lainnya, tambah Demiz, berasal dari sumber pendapatan yang sah diperkirakan sebesar Rp31,118 miliar lebih.

“Mengalami peningkatan Rp1,428 miliar lebih atau naik 4,81 persen dibandingkan target pada APBD murni 2017 sebesar R29,690 miliar lebih.

Kebijakan belanja pada Racangan APBD Tahun Anggaran 2018, jelas Demiz, disusun berdasarkan pendekatan anggaran kinerja dan berorientasi pada pencapain hasil dan input yang telah direncanakan.

“Belanja daerah tahun anggaran 2018 diperkirakan sebesar Rp24,215 triliun lebih,” katanya.

Penyusunan belanja itu, terang Demiz, diprioritaskan untuk mendukung efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing Perangkat Daerah sesuai dengan Peraturan Daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 18/2015 tentang Perangkat Daerah.

“Ada SiLPA sebesar Rp2 triliun,” kata Demiz kepada wartawan saat ditanya tentang adanya defisit anggaran. (Ris)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.