Selasa, 20 Oktober 2020

Dradjad Ungkap Faktor Fundamental Yang Sebabkan Ritel Lesu

Dradjad Ungkap Faktor Fundamental Yang Sebabkan Ritel Lesu

Dradjad Wibowo

Jakarta, Swamedium.com – Selama tahun 2017, berita mengenai penutupan gerai ritel modern relatif marak. Ekonom Dradjad Wibowo mengatakan, penyebabnya bukan trend perubahan gaya hidup belanja dari konvensional ke online, tetapi ada faktor yang lebih fundamental.

Dradjad mengatakan, tahun 2017 ini banyak sekali berita mengenai penutupan gerai ritel, baik 7 Eleven (Sevel), Ramayana, Matahari, maupun Hypermart.

Tidak sedikit pejabat dan ekonom yang menganggap sepele hal di atas.
Para pejabat itu mengatakan penutupan tersebut sebagai dampak dari berkembangnya belanja online. Pola belanja konsumen sekarang mengarah ke online. “Saya sepakat, belanja online memang berkembang pesat. Tapi salah kaprah jika dianggap bahwa anjloknya ritel tahun ini karena pesatnya belanja online,” ujar Dradjad, dalam keterangan tertulis, yang dikutip Detikcom, di akhir pekan.

Mengapa? Dia menjelaskan, Amerika Serikat (AS) yang menjadi kiblat belanja online dunia saja, penjualan ritel tetap bagus. Tahun 2016 misalnya, belanja e-commerce di AS tumbuh 15,6%, lebih tinggi dari pertumbuhan 2015 yang 14,6%. Pangsa pasar e-commerce terhadap penjualan ritel di luar otomotif dan bahan bakar minyak juga meningkat pesat dari 9,5% (2014), 10,5% (2015) dan 11,7% (2016).

Ternyata pesatnya belanja online tersebut sama sekali tidak merusak penjualan ritel. Tahun 2016, penjualan ritel AS tumbuh 3,3%, angka yang tinggi bagi AS.Tahun 2017, pertumbuhannya cenderung berkisar 3,5-4,0%. Mengingat sekitar 2/3 dari perekonomian AS tergantung pada belanja konsumsi rumah tangga, kinerja ritel di atas berperan krusial terhadap kuatnya pertumbuhan ekonomi AS.

Di Inggris pun fenomenanya mirip. Menurut Dradjad, meskipun diwarnai kegaduhan referendum Brexit 23 Juni 2016, penjualan ritel Inggris tetap tumbuh tinggi (untuk ukuran Inggris), yaitu 2%, sama dengan 2015. Tahun ini, karena ketidakpastian negosiasi Brexit, pertumbuhan tersebut mungkin turun ke 1,6%. Lantas, berapa pertumbuhan penjualan online di Inggris tahun 2016?Hampir 16%!

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.