Senin, 19 Oktober 2020

Gerindra Minta Presiden Jokowi ke Myanmar

Gerindra Minta Presiden Jokowi ke Myanmar

Foto: Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria yang terpilih jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mengisi kursi kosong yang ditinggal Sandiaga Uno. (Danang/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan bantuan RI untuk Rohingya banyak menuai pro dan kontra. Menanggapi hal tersebut Gerindra pun melakukan pembelaan.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menilai perihal serangan ke pemerintah Indonesia soal Rohingya adalah hal yang biasa dilakukan.

“Bandingkan saja sejak zaman Presiden Soekarno, Soeharto dan SBY. Dibanding ketiag presiden tersebut Nggak ada apa-apanya zaman Pak Jokowi ini soal isu-isu, soal masalah yang berkembang,” kata Riza di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/9).

Dirinya pun menilai jika pemerintah harus bersikap lebih aktif untuk membantu permasalahan yang ada di Rohingya. Bahkan Riza membandingkan bantuan yang dilakukan Jokowi untuk Rohingya dan Soeharto saat terjadi konflik di Bosnia.

“Dulu pada zaman Bosnia terjadi, Pak Harto sampai datang ke Bosnia, bayangkan. Tahun ’97 kalau nggak salah, padahal waktu itu berbahaya sekali, bisa ditembak pesawatnya, pesawat terbang ditembak, apalagi yang mendarat di Bosnia,” tutur Riza.

“Pak Harto dulu sampai nggak pakai rompi antipeluru. Dia ingin menunjukkan, pertama, urusan mati urusan Allah. Dia ingin menunjukkan ada konsistensi Indonesia prihatin membantu Bosnia, tunjukkan dengan datang,” imbuh dia.

Mengacu hal tersebut, Riza ingin Jokowi juga mengunjungi langsung Myanmar.

“ada baiknya Pak Jokowi datang ke Rohingya, jangan kirim Menlu, jangan kirim Wapres (JK) ke OKI, beda, harus Presiden. Pak Harto aja berani ke medan perang loh, kalau ke Myanmar tuh bukan medan perang itu, bukan pertempuran itu, itu pembasmian, datang,” tegas Riza. (*/Dng)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.