Minggu, 25 Oktober 2020

Komite III DPD: “Predator” Anak Harus Diberantas Sampai Akar-Akarnya

Komite III DPD: “Predator” Anak Harus Diberantas Sampai Akar-Akarnya

Foto: Senator Jakarta Fahira Idris. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Seakan tidak ada jeranya, tindak kejahatan dan kekerasan terhadap anak yang sudah dikategorikan kejahatan luar biasa kembali terjadi. Setelah beberapa bulan yang lalu, tepatnya Maret 2017 terbongkar jaringan pelaku paedofil yang menyebar aksi bejatnya lewat grup Facebook dan Grup WhatsApp, kejahatan serupa kembali terjadi.

Kali ini Satuan Tugas (Satgas) Khusus Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) berhasil menangkap tiga penjual konten porno gay anak-anak.

“Sejak dulu paedofil sudah menjadi ancaman nyata dan serius di Indonesia. Para predator anak ini harus diberantas sempai ke akar-akarnya. Jangan diberi ruang sedikitpun untuk mereka, apalagi sampai membuat jaringan di Indonesia,” ujar Ketua Komite III DPD Fahira Idris di Jakarta, Senin (18/9).

Menurut Senator Jakarta itu, sudah saatnya UU Perlindungan Anak yang baru dengan ancaman hukuman tambahan kebiri kimia dan hukuman mati diterapkan untuk kasus-kasus biadab seperti ini.

Fahira mengungkapkan, terbongkarnya jaringan penjual konten foto dan video pornografi anak laki-laki dengan sesama jenis, yang biasa disebut Video Gay Kids (VGK), menunjukkan belum ada efek jera bagi para predator anak dan menandakan Indonesia masih menjadi ‘surga’ terutama bagi para gay predator anak.

Terlebih, lanjut Fahira, dari data yang diterimanya, 40 persen dari gambar porno yang dijual pelaku berwajah Melayu dan ternyata para pelaku berafiliasi dengan 49 negara.

“Makanya para pelaku ini selain harus dijerat dengan pasal berlapis, harus dihukum seberat-beratnya. Ancaman UU ITE dan UU Pornografi tidak akan cukup membuat para predator anak ini jera,” tandasnya

“Opsi hukuman mati, seumur hidup dan kebiri kimia yang ada dalam UU Perlindungan Anak harus digunakan polisi untuk menjerat para pelaku ini,” imbuh Fahira.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.