Rabu, 21 Oktober 2020

Konferensi Nasional Advokat Muslim Indonesia Menolak Perppu Ormas

Konferensi Nasional Advokat Muslim Indonesia Menolak Perppu Ormas

Foto: Konferensi Nasional Advokat Muslim Indonesia menegaskan untuk menolak Perpu Ormas. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) dan Koalisi Advokat Pembela Islam (KAPI) menggelar acara temu Advokat di Hotel Best Western Premier The Hive, Cawang, Jakarta Timur. Acara bertajuk Konferensi Nasional Advokat Muslim Indonesia itu dihadiri ratusan advokat dan undangan perwakilan dari seluruh Indonesia.

Ketua Eksekutif Nasional KSHUMI, Chandra Purna Irawan mengatakan, kegiatan itu digelar sebagai menjadi wadah advokat muslim Indonesia untuk memberikan respon bersama atas dikeluarkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan atau dikenal dengan Perppu Ormas.

“Perppu ormas telah mendorong negara berubah dari negara hukum (Rechtstaat) menjadi negara kekuasaan (machtstaat). Perppu ormas menjadi sarana kediktatoran konstitusional,” kata Chandra, di lokasi acara, Ahad (17/9).

Konferensi Nasional Advokat Muslim Indonesia
Sejalan dengan Chandra, Ketua KAPI Ahmad Khozinuddin, yang juga menjadi salah satu pihak pemohon judicial review terhadap Perppu ormas di Mahkamah Konstitusi, mengajak para advokat untuk bersatu membela terhadap umat. Salah satu caranya, kata dia, adalah dengan melakukan penolakan terhadap Perrpu yang mereka nilai telah menjadi alat kedzaliman penguasa.

Acara tersebut juga diisi oleh pemaparan dan tanggapan hukum oleh Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang Prof. Dr. Suteki. Prof. Suteki menyampaikan bahwa perppu menciptakan pemerintah yang bersifat ekstraktif (extractif institution) yang memiliki otoritas penuh dan tunggal dalam menentukan baik buruk suatu ormas.

Suteki menjelaskan bahwa dalam buku “Why Nation Fail” diulas bagaimana ekstaktif institution dapat membuat suatu pemerintahan menjadi kolaps.

Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah turut dipajangnya sepasang panji hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid di panggung acara. Panji ini dikenal sebagai panji Rasulullah Saw bernama rayah dan liwa, yang dalam beberapa kesempatan dijadikan barang bukti kejahatan oleh pihak kepolisian.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.