Minggu, 01 November 2020

Membongkar Skandal “Telkom Gate”

Membongkar Skandal “Telkom Gate”

Foto : Konfrensi pers yang diadakan Telkom mengenai satelit yang bermasalah. (Okezone)

Oleh: Gigih Guntoro*

Jakarta, Swamedium.com — Telkom merupakan perusahaan go publik yang sangat seksi dikalangan pelaku bisnis dan pasar saham. Bahkan tergolong dalam saham blue chip di bursa saham IIndonesia dan bursa saham New York. Hal ini karena perusahaan raksasa telekomunikasi Indonesia ini memiliki market yang besar, dengan jumlah pelanggan mencapai 17 juta. Angka ini akan terus berkembang seiring dengan makin terbukanya pasar Tehnologi informasi. Dan bonus demografi dengan jumlah penduduk menempati peringkat ke empat dunia dengan jumlah penduduk 258.316.051 (CIA World Factbook Tahun 2016).

Pasar indonesia telah menjadi prospek bisnis yang menjanjikan baik untuk kerjasama investasi maupun dalam teknologi informasi. Kejadian terganggunya satelit Telkom 1 menjadi satu catatan tersendiri bagi pelaku pasar keuangan, pasar saham dan publik. Bagi sejumlah kalangan pengakuan Telkom yang berubah-rubah dan cenderung tidak konsisten atas pernyataan tersebut menjadi perhatian khusus bagi pelaku pasar. Beberapa kali direksi Telkom memberikan pernyataan yang cenderung manipulatif dan terkesan melakukan kebohongan publik.

KEBOHONGAN PERTAMA
Satelit produksi Lockheed Martin yang mulanya menjadi alasan Telkom yang diduga untuk menutupi perihal yang sebenarnya telah terjadi ditubuh raksasa Telekomunikasi Indonesia ini. Telkom terus mempersalahkan bahwa kekacauan yang menimbulkan matinya ribuan ATM dan sejumlah kantor kas BCA, Mandiri, BNI, BRI adalah dikarenakan terjadinya kerusakan satelit.

Hal ini diperparah dengan pernyataan Telkom yang mengatakan bahwa Satelit sudah tidak dapat digunakan kembali karena sudah selesai masa tugasnya hingga tahun 2015 yang lalu. Bahkan sempat terlontar bahwa satelit Telkom 1 A2100A dinyatakan hancur. Tetapi kemudian pihak Telkom mengatakan satelit Telkom 1 masih dapat dihubungi.

Dalam hal ini menimbulkan spekulasi bagi publik. Sampai saat ini pihak produsen satelit Telkom 1 (Lockheed Martin) belum pernah memberikan pernyataan resmi mengenai klaim PT. Telkom. Klaim PT. Telkom yang menyatakan bahwa masa berlakunya satelit tersebut adalah 15 tahun dirasa masih janggal dengan harga yang tidak murah.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.