Selasa, 20 Oktober 2020

Pemprov Jabar Serahkan Donasi Rohingya Rp2,1 Miliar kepada Rumah Zakat

Pemprov Jabar Serahkan Donasi Rohingya Rp2,1 Miliar kepada Rumah Zakat

Foto: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.Com – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyerahkan uang senilai Rp2,1 miliar sebagai donasi Jabar Peduli Rohingya kepada Rumah Zakat. Selanjutnya bantuan akan didistribusikan ke pengungsi di Rakhine Myanmar dan Bangladesh.

“Donasi ini dikumpulkan sejak 4 September lalu, lewat aksi jalan kaki dari Gedung Sate, ke Pusdai,” kata Aher saat menyerahkan donasi ke Rumah Zakat, Senin (18/9).

Dijelaskan Aher, donasi terbesar atau sekitar Rp1,8 miliar berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar, Masyarakat Umum, Masjid-masjid di Jawa Barat seperti Masjid Pusdai Jabar, Masjid Raya Bandung Jawa Barat, Masjid Raudathul Irfan, Masjid Atta’awun, Masjid Nurul Quran LPTQ Jawa Barat, Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, juga masjid-masjid yang ada di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jawa Barat.

“Sementara Rp 300 juta sisanya berasal dari karyawan Bank BJB,” jelas Aher.

Melalui donasi ini, kata Aher, diharapkan akan semakin melengkapi langkah nyata masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat dalam membantu kemanusiaan dunia.

Aher juga menyatakan bahwa sebagai umat yang peduli terhadap saudara sesama muslim, kita harus terus mendorong agar tragedi kemanusiaan di Rohingya dibahas dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dunia biasa dalam konteks yang lain getol dan langsung turun mengirim pasukan bersama PBB. Ternyata untuk kasus ini (tragedi Rohingya) meski sudah menjadi kasus internasional, tapi tidak kunjung menjadi agenda Sidang Umum PBB untuk menjadi masalah dunia bersama-sama,” ujar Aher.

“Kita dorong terus supaya dunia membangun keadilannya, jangan sampai ketidakadilan global dipertontonkan yang membuat sebagian manusia di dunia merasa tidak puas dengan ketidakadilan global tersebut,” tambahnya.

Nantinya Rumah Zakat akan bekerjasama dengan Asosiasi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (Akim) serta berbagai pihak terkait lainnya baik dari Kementerian Luar Negeri RI, lembaga bantuan di Myanmar dan Bangladesh agar bisa menyerahkan secara langsung kepada masyarakat Rohingya.

Sementara itu, Ulama Athian Ali dalam ceramah Pengajian Rutin Pejabat Eselon Pemprov Jawa Barat mengungkapkan, kekerasan yang dialami Muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar tidak hanya cukup dengan ungkapan mengutuk, melaknat, dan lainnya. Perlu aksi nyata untuk menghentikan perbuatan yang jelas melanggar Hak Asasi Manusia tersebut.

Lebih lanjut, Athian Ali mengungkapkan di sisi lain dirinya merasa iri terhadap kaum Muslim Rohingnya yang gugur dalam aksi tidak manusiawi di Rakhine State, Myanmar. Ia berharap Muslim Rohingya yang telah gugur meninggal dalam keadaan syahid. Sementara bagi mereka yang tidak gugur, kesabarannya menjadi jalan untuk meraih surga Allah SWT.

“Jangan-jangan dan itu harapan kita semua, mereka (Muslim Rohingnya yang meninggal) dalam keadaan syahid. Jangan-jangan mereka sedang menikmati tontonan surga yang dipertontonkan kepada mereka di Alam Barzah, sehingga mereka tidak pernah mau berhenti dari berdoa ‘ya Allah segera laksanakan saja kiamat itu.’ Karena mereka segera ingin menikmatinya (surga),” kata Athian. (Ris)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.