Sabtu, 17 Oktober 2020

Pengusaha Sebut Empat Faktor Penyebab Lesunya Bisnis Ritel

Pengusaha Sebut Empat Faktor Penyebab Lesunya Bisnis Ritel

Ada empat faktor Penyebab bisnis ritel lesu

Jakarta, Swamedium.com – Kabar tutupnya beberapa gerai ritel modern hingga sepinya pusat perbelanjaan memunculkan beragam spekulasi sebab pemerintah mengklaim perekonomian baik-baik saja. Lantas, apa penyebabnya?

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Situmorang menyebutkan, setidaknya ada empat penyebab bangkrutnya ritel modern.

Pertama, soal daya beli masyarakat. Menurut Sarman ada penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yang asal usulnya bersumber dari ketidakstabilan perekonomian nasional. Ekonomi hanya mampu tumbuh sekitar 5%.
“Dengan demikian, pendapatan masyarakat juga tidak memiliki kenaikan sehingga masyarakat semakin selektif dan menghemat membelanjakan uangnya,” jelasnya dalam keterangan persnya, Minggu (17/9).

Kedua, soal persaingan antar pusat perbelanjaan yang semakin ketat. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan kawasan properti di wilayah baru.

“Tumbuhnya pasar properti dengan pembangunan berbagai kawasan perumahan, kawasan perkantoran dan apartemen selalu dibarengi dengan adanya pusat perbelanjaan, mini market dan toko-toko, sehingga para penghuninya dalam memenuhi kebutuhannya tidak perlu keluar lagi berbelanja,” paparnya.

Ketiga, menurut Sarman, akibat banyaknya masuk barang-barang atau produk asing yang sejenis, baik secara legal maupun ilegal. Harga yang lebih murah menjadi pilihan bagi konsumen.

Keempat, pasar e-commerce. Berdasarkan data yang didapatkan oleh Sarman, saat ini baru sekitar 29% atau sekitar 26,3 juta jiwa masyarakat yang menjadi konsumen dalam pasar tersebut. Artinya, memang belum dianggap sebagai penyebab atas fenomena sekarang, namun harus tetap diantisipasi ke depannya.

“Kepada para pedagang yang memiliki toko di pusat-pusat perbelanjaan agar lebih kreatif dan inovatif melihat perkembangan teknologi dan psikologi pasar dan konsumen yang harus dapat menyesuaikan atau beradaptasi sehingga mampu bertahan,” ujarnya. (maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.