Jumat, 23 Oktober 2020

2000 Ton Beras untuk Rohingya: Saatnya Beraksi, Tak Sekadar Narasi

2000 Ton Beras untuk Rohingya: Saatnya Beraksi, Tak Sekadar Narasi

Foto: Sebanyak 2000 ton beras dikoordinir Aksi Cepat Tanggap melalui SOS Rohingya. (Dok. ACT)

Blora, Swamedium.com – Sejak pagi, iring-iringan kontainer masuk menembus jalan tak begitu lebar, penghubung antara jalur Pantura Gresik menuju Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dan Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Truk kontainer itu berjumlah puluhan, mengekor beriring mengejar waktu sebelum kesibukan warga Bojonegoro dan Blora memulai pagi akhir pekannya. Tujuan akhir iring-iringan kontainer itu mengarah ke Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Ada apa gerangan? Terhitung sejak Sabtu (16/9), ada tumpukan karung-karung beras yang terparkir di beberapa gudang yang berbeda di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Dari beberapa gudang beras itu, jika ditotal ada 2.000 ton beras yang siap diangkut ke dalam kontainer! Dari kontainer, nantinya 2.000 ton beras itu bakal dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Lalu diangkut ke atas kapal, dan berlayar dengan bendera Indonesia atas nama Bangsa Indonesia. Menuju ke Bangladesh, untuk ratusan ribu pengungsi Rohingya.

Selama beberapa pekan lalu, Kecamatan Cepu sekali lagi mendapatkan amanah spesial untuk menyiapkan beras-beras terbaik. Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyiapkan tak kurang dari 2.000 ton beras secara bertahap, lalu dikemas dan dikirim sesegera mungkin menuju Bangladesh, titik utama pengungsian Rohingya terbesar.

Dari Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) milik ACT di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ribuan ton beras disiapkan dengan waktu yang luar biasa singkat. Panen disegerakan, beras diolah, dan dibersihkan di mesin-mesin penggiling beras raksasa di dalam LPM.

Demi siapkan 2000 ton beras, tak ada libur di desa Jipang Mengulang lagi ikhtiar nyata beberapa pekan sebelumnya, sebelum konvoi truk kontainer datang merapat ke Jipang, para petani sudah sibuk memanen padi. Dengan lincahnya, tangan para petani memarit padi untuk selanjutnya dikumpulkan dalam satu wadah besar. Padi-padi yang telah dikumpulkan lantas dimasukkan ke dalam suatu mesin pengolah untuk dipisahkan antara padi dan tangkainya. Secara telaten tumpukan padi itu diayak dan dimasukkan ke dalam karung besar.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.