Selasa, 20 Oktober 2020

Bisnis Ritel Lesu, Penjualan Listrik PLN Ikut Turun

Bisnis Ritel Lesu, Penjualan Listrik PLN Ikut Turun

Foto. Banyaknya toko offline di Jakarta yang tutup telah berimbas menurunkan konsumsi listrik. (nael)

Jakarta, Swamedium.com – Lesunya bisnis ritel dan perubahan perilaku berbelanja ke online telah berimbas pada menurunnya penjualan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Berbagai pusat perbelanjaan menurunkan konsumsi listriknya.

PLN mencatat penurunan penjualan listrik selama periode Agustus 2016 ke periode yang sama di tahun 2017. Pada 2016 penjualan listrik mencapai 216.004 kwh atau naik 6,49% dibandingkan periode yang sama di 2015. Namun pada Agustus 2017 penjualan listrik hanya 146,365 atau turun 2,8% dibandingkan periode sama di 2016.

Lantas apa penyebab penurunan penjualan listrik tersebut?

Direktur Bisnis Maluku dan Papua PLN, Ahmad Rofiq mengatakan, perubahan perilaku bisnis dari ritel ke e-commerce memberikan dampak kepada penurunan penjualan setrum dari PLN. “Perilaku konsumen lebih bergeser ke e-commerce, jadi Shopping centre mulai sepi, jadi ada penurunan pemakaian listrik,” jelas Rofiq di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/9) yang dirilis Okezone.

Selain tutupnya toko-toko ritel di pusat perbelanjaan, kata Rofiq, menurunnya suhu rata-rata harian di beberapa kota besar juga disinyalir menurunkan pemakaian tenaga listrik untuk penyejuk udara (AC) di gedung perkantoran.

Pusat perbelanjaan yang turun penggunaan daya itu ada di Gandaria City, Senayan City, Glodok Plaza dan Grand Indonesia. Secara rata-rata penurunan sebesar 13%.

“Waktu meneliti pelanggan itu zamannya milenial tidak datang ke gerai. Dari situ toko banyak yang tutup. Sebagian tenant kan tutup karena banyak yang belanja melalui e-commerce,” tuturnya.

Perlu diketahui, PLN membagi tiga golongan pembeli listrik. Pertama, listrik untuk rumah tangga 450-1.300 va, kedua penjualan bisnis dan ketiga industri.

Dia melanjutkan, penurunan penjualan listrik sebenarnya tidak hanya terjadi pada golongan bisnis. Setelah melakukan survei internal dan didukung survei Indonesia, penurunan penjualan listrik juga terjadi ada golongan tangga.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.