Minggu, 25 Oktober 2020

Forjim: Ada Framing Media dalam Pemberitaan Muslim Rohingya

Forjim: Ada Framing Media dalam Pemberitaan Muslim Rohingya

Tabligh Akbar "Rohingya, Jeritanmu Panggilan Jihad" di Masjid al Ikhlas, Serpong, Tangsel. (Dok. Forjim)

Tangsel, Swamedium.com — Tidak beriman jika kalian tidak mencintai saudaranya, seperti ia mencintai dirinya sendiri. Karena itu kecintaan kita pada saudara Muslim, khususnya muslim Rohingya adalah bagian dari keimanan.

Demikian kata pembuka Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Dudy S. Takdir dalam Tabligh Akbar “Rohingya Jeritanmu Panggilan Jihad” di Masjid Al-Ikhlas, Paradise Serpong City, Serpong, Tangerang Selatan, Ahad (17/9) pagi.

Hadir dalam Tabligh Akbar tersebut, Ustadz Abu Jibril (Majelis Mujahidin) dan Ustadz Mukhlis (Aktivis Gerakan Islam LPPDI Thariquna).

“Muslim Rohingya adalah bagian dari tubuh kita. Kalau kita tidak peduli dengan penderitaannya, abai terhadap hak-hanya, kelak di hari kiamat nanti, Allah akan tanya, kenapa kalian tidak peduli dengan saudara muslim Rohingya yang dibantai oleh Pemerintah dan militer Myanmar?,” kata Dudy.

Sebelumnya, dia menginformasikan, Forjim adalah sebuah wadah bagi jurnalis muslim untuk mengimbangi sekaligus mengcounter informasi yang selama ini menyudutkan Islam dan umat Islam dimana pun berada. Saat ini Forjim memiliki 100 anggota jurnalis Muslim dengan media yang berbeda, baik media Islam maupun media nasional.

“Pekan depan Forjim, Insya Allah akan memberangkatkan empat orang anggotanya untuk meliput pengungsi Muslim Rohingya. Kami berbagi tugas, ada yang berangkat ke perbatasan Bangladesh, kemudian pengungsi Rohingya di Malaysia, dan sedang diupayakan untuk bisa masuk ke Rakhine State, Myanmar. Seperti diketahui, banyak kabar hoax, misinformasi yang tersebar, hingga framing media dalam memberitakan muslim Rohingya,” urai Dudy.

Dudy yang pernah bekerja di Majalah Gatra menjelaskan posisi muslim Rohingya yang berada di bagian barat laut Myanmar. Tak heran jika terjadi pembantaian, mereka eksodus besar-besarana ke Bangladesh.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.