Minggu, 25 Oktober 2020

Pajak Bidik ‘Shopaholic’ yang Hobi Belanja di Luar Negeri

Pajak Bidik ‘Shopaholic’ yang Hobi Belanja di Luar Negeri

Belanja barang di luar negeri wajib bayar pajak. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Masyarakat yang gemar, bahkan ketagihan berbelanja (shopaholic) di luar negeri wajib memahami bahwa barang dengan nilai melampaui US$ 250 harus bayar pajak. Ketatnya pengenaan pajak ini diharapkan tidak memunculkan kontroversi baru sebab aturan pengenaan pajak bagi impor barang penumpang ini sudah ada sejak tahun 2010.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan, masyarakat atau wajib pajak (WP) diwajibkan membayar pajak untuk setiap barang yang dibeli dari luar negeri. Kenapa?

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai, Robert Leonard Marbun mengatakan, membayar pajak merupakan bagian dari asas keadilan dari pemerintah kepada masyarakat. Seluruh negara juga mengimplementasikan hal yang sama.

“Karena memang best practice internasional seperti itu, kalau pergi ke luar negeri itu sama, artinya di luar juga sama, cuma tinggal besarannya, tergantung kepentingan nasionalnya,” kata dia, Selasa (19/8) yang dirilis detikfinance.

Aturan pengenaan pajak bagi setiap barang impor penumpang tertuang dalam PMK Nomor 188 Tahun 2010. Dalam aturan tersebut juga diatur mengenai batasan dari suatu barang, untuk individu ditetapkan batasan US$ 250 dan untuk keluarga US$ 1.000.

Pengenaan pajak barang impor penumpang juga tidak asal dikenakan. Robert menjelaskan, pengenaan pajak impor barang penumpang mengacu dengan batasan yang sudah ditetapkan dalam aturan.

Adapun, barang impor penumpang yang dimaksud adalah barang-barang yang dibeli dari luar negeri baik yang dipakai maupun yang dibawa.

“Ini juga asas keadilan, misalnya kalau barang impor di luar negeri juga banyak di Indonesia, beli di sini bayar, kalau masuk dari luar negeri masa enggak bayar,” jelas dia.

Tidak hanya itu, Robert mengungkapkan, aturan pengenaan pajak bagi impor barang penumpang juga sudah diterapkan sejak lama, yakni terhitung dari 2010.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.