Minggu, 18 Oktober 2020

Papua Bergerak, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Kriminalisasi Lukas Enembe

Papua Bergerak, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Kriminalisasi Lukas Enembe

Foto: Ribuan masyarakat Papua menuntut ‘Stop Kriminalisasi LE’ di halaman kantor Gubernur Papua, Selasa (19/9). LE adalah singkatan nama Gubernur Papua Lukas Enembe (yang juga Ketua Partai Demokrat Papua). (Foto: DPD-PD Papua)

Jayapura, Swamedium.com — Ribuan warga Papua menuntut ‘Stop Kriminalisasi LE’ di halaman kantor Gubernur Papua, Selasa (19/9). LE adalah kependekan dari nama Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Papua. 

Menanggapi hal itu, Ketua DPR Papua, Yunus Wonda berjanji akan meneruskan aspirasi mereka langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini disampaikan langsung olehnya di hadapan tiga ribuan massa pendukung Lukas Enembe yang berunjuk rasa.

Seperti dilansir laman resmi Partai Demokrat, dalam orasinya, Yunus Wonda mengakui adanya upaya kriminalisasi terhadap, Gubernur Papua Lukas Enembe yang mengarah pada kepentingan pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Untuk diketahui, Lukas akan kembali mencalonkan diri pada Pilgub Papua 2018.

“Mari semua anak Papua bersaing dengan sehat, jangan kita saling menggunting, jangan kita saling membuat mencelakakan orang lain. Mari bersaing dengan sehat,” tegas Yunus.

Yunus menegaskan, apa yang dilakukan sejumlah pihak terhadap Lukas Enembe merupakan kesalahan fatal.

“Oleh karena itu aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat ini akan langsung kami tindak-lanjut dengan menyerahkan secara langsung ke Presiden,” tukasnya.

Yunus juga mengungkapkan, hingga kini Gubernur Lukas Enembe tidak ditahan oleh pihak mana pun . Hal ini mengklarifikasi isu yang berkembang di warga bahwa Lukas ditahan penyidik Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi dana beasiswa luar negeri Tahun 2016.

“Saya mau sampaikan kepada rakyat Papua bahwa Gubernur tidak ditahan. Ini saya sampaikan, karena saya sama-sama dengan bapak gubernur selama satu bulan di Jakarta baru saya kembali ke Papua,” ungkapnya.

Yunus kembali menegaskan jika gubernur ditahan atas kasus yang sama sekali tidak berkaitan dengan dirinya (kriminalisasi), maka sebagai wakil rakyat Papua, dia akan memimpin aksi bakar batu di Kantor Gubernur dan DPR Papua sebagai wujud protes.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.