Senin, 19 Oktober 2020

Prabowo: Ekonomi Gagal karena Tak Patuhi Pasal 33 UUD 1945

Prabowo: Ekonomi Gagal karena Tak Patuhi Pasal 33 UUD 1945

Foto: Ketua Umum Partai Gerindra menjadi Keynote Speaker dalam acara Bedah Buku "Nasionalisme, Sosialisme , Pragmatisme: Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo", di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bahasa Universitas Indonesia, Senin (18/9)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri acara Bedah Buku “Nasionalisme, Sosialisme , Pragmatisme: Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo” yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bahasa Universitas Indonesia (FEB UI), Depok, JAwa Barat, Senin (18/9) kemarin.

Dalam acara tersebut, Prabowo berkesempatan menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) yang mengulas dan mengupas permasalahan ekonomi Indonesia saat ini dan yang akan datang.

Seorang wartawati senior, Nanik Sudaryati membagikan pengalamannya saat menghadiri acara tersebut. Pengalamannya itu, dia sampaikan melalui status yang diunggahnya melalui akun Facebooknya, Senin (18/9) kemarin:

Luar biasa! Itu yg keluar dari bibir hampir semua orang yg hadir di ruang Auditoriun FEB UI tadi pagi , saat Prabowo tampil penuh kecerdasan bicara ekonomi nasional dan global, saat menjadi Pembicara Kunci pada acara bedah buku

Di hadapn para profesor antara lain Prof Emil Salim, Prof Dawam Rahardjo, Prof Dorodjatun Kuntjorojakti, Prof Sudrajat Djiwandono,dll, termasuk para pakar ekonomi pendukung Jokowi, seperti Christianto Wibisono, Miranda Goeltom, Faisal Basri dll, serta para pembantu rektor dan Dekan FEB UI, Prabowo tampil tanpa tex bicara tentang realita perekonomian Indonesia yg disebut dengan Paradox Indonesia.

Mendulang tepuk tangan kagum, Prabowo sering tampil dengan joke -joke yg menyegarkan dan kadang bicara apa yg terjadi, namun buru -buru Prabowo mengatakan, ” Nanti saya kalau bicara katanya Prabowo tukang kritik, karena pemerintah sekarang agak susah menerima kritik. Nanti kalau tanpa kamera dan wartawan saya undang Anda utk bisa bicara apa adanya” kata Prabowo saat menyinggung kondisi kekuatan pasukan kita yg menyedihkan.

Prabowo yg mengaku sebenarnya grogi, karena dirinya bukan Profesor tapi disuruh bicara ekonomi, mengajak para intelektual untuk mulai bicara JUJUR soal paradoks Indonesia, yaitu negara yg kaya raya, dimana kekayaan kita nomer 5 terbesar di dunia, tapi utangnya menumpuk, dan rakyatnya belum makmur.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.