Senin, 26 Oktober 2020

Tolak Aturan Biaya Top-up, Warga Adukan BI Ke Ombudsman

Tolak Aturan Biaya Top-up, Warga Adukan BI Ke Ombudsman

BI diadukan ke ombudsman soal biaya top up

Jakarta, Swamedium.com – Rencana Bank Indonesia (BI) menerbitkan beleid yang mengatur soal biaya isi ulang atau top up uang elektronik mendapat banyak tantangan. Salah satunya adalah Pengacara David Maruhum L. Tobing yang mengadukan BI kepada Ombudsman Republik Indonesia karena menduga adanya maladministrasi jika kebijakan jadi diberlakukan.

Seperti diketahui, BI berencana menerbitkan aturan yang menyetujui perbankan mengenakan biaya sekitar Rp 1.500 sampai dengan Rp 2.000 setiap isi ulang atau top up uang elektronik.

“Uang elektronik tidak dijamin oleh LPS. Uang elektronik, kalau hilang kartunya saldonya akan hilang. uang elektrobik juga tidak memperoleh bunga. Dan harusnya yang diterima konsumen adalah efisiensi bukannya biaya top up,” ujar David yang juga dikenal sebagai pengacara yang peduli pada perlindungan konsumen di kantor Ombudsman, Senin (18/9).

Dia menjelaskan kebijakan masyarakat tanpa uang tunai (cashless society) ini sebenarnya melanggar peraturan perundangan. Yakni pasal 2 ayat 2, 23 ayat 1, dan 33 ayat 1 UU No. 7/2011 tentang mata uang. Hal itu diatur tegas bahwa orang dilarang menolak untuk menerima rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran. Ancaman pidana aturan ini ialah penjara 1 tahun dan denda hingga Rp 200 juta.

“Jadi konsumen seharusnya mendapat insentif dan bukan diinsentif dalam pelaksanaan program cashless society,” tambahnya.

Jika laporan ini tak diindahkan, David mengaku siap mengajukan gugatan class action hingga pengujian di Mahkamah Agung.

Dia berharap pada Ombudsman agar memberi rekomendasi kepada BI untuk membatalkan rencana penerbitan kebijakan pengenaan biaya isi ulang uang elektronik.

Ketua harian YLKI Tulus Abadi juga mengungkapkan hal yang senada dengan David. Biaya ini hanya lebih menguntungkan perbankan dibanding konsumen.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.