Minggu, 25 Oktober 2020

Zeng Wei Jian: Sekjen PKI Akui Kejahatannya, Yuk Nobar Bareng TNI

Zeng Wei Jian: Sekjen PKI Akui Kejahatannya, Yuk Nobar Bareng TNI

Foto: Sekjen Partai Komunis Indonesia Sudisman saat ditangkap. (ist)

Oleh: Zeng Wei Jian*

Jakarta, Swamedium.com — Di depan Mahmilub, Sudisman tegas menyatakan dia dan beberapa pimpinan PKI terlibat G30S. Atas kesalahan itu, dia minta maaf. Mahmilub memberi vonis hukuman mati. Tahun 1968, dia dieksekusi.

Sebelumnya, tanggal 6 Oktober 1965, di Sidang Paripurna Kabinet Dwikora, Nyoto mengatakan PKI mendukung pembersihan di dalam Angkatan Darat (Gerakan 30 September).

Dua fakta penting ini nggak pernah diungkap simposium-simposius 65. Mereka gemar salahkan Pak Harto dan TNI. Padahal, manuver politik PKI memicu gelombang kemarahan rakyat. Alhasil, jatuh korban di pihak anggota dan simpatisan PKI berikut underbouw-underbouwnya.

Presiden Soekarno adalah pihak yang pertama kali menyebut ke 6 jenderal korban G30S/PKI sebagai “Pahlawan Revolusi”. Artinya, mematahkan fitnah PKI mengenai isu “Dewan Jenderal” yang katanya mau kudeta.

Selain terlibat G30S, Sudisman memimpin Politbiro CC PKI. Menggantikan DN Aidit yang dieksekusi November 1965. Sudisman bersama Rewang, Oloan Hutapea cs merilis dokumen Kritik-Otokritik Politbiro CC PKI.

Mereka kembali menekankan dasar-dasar perjuangan PKI, yang disebut “Tripanji PKI”. Butir keduanya berbunyi: “Perjuangan Bersenjata”. Karena itu, “PKI Gaya Baru” ini membangun basis militer MMC (Merbabu-Merapi Complex).

Perlawanan PKI Bawah Tanah Sudisman ditumpas Operasi Trisula. Tanggal 6 Desember 1966, Sudisman ditangkap di daerah Tomang, Jakarta.

Dalam rangka memproduksi narasi versi sendiri, mereka menarget Jenderal Suharto dan TNI sebagai pembantai rakyat. Prosedurnya adalah ilusi dan teori konspiratif. Seru, seram, tegang, berbelit. Tapi ngga ada satu pun bukti valid dan solid yang sanggup menopang argumen mereka.

Mereka memaksakan ilusi sebagai fakta. Mereka bilang mustahil Pak Harto tidak tahu rencana aksi 30 September. Kolonel A Latief menyatakan dia melaporkan rencana penculikan 7 jenderal kepada Jenderal Suharto di RSPAD.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.