Sabtu, 28 November 2020

Amien Rais: Negara Harus Berlandaskan Al Quran

Amien Rais: Negara Harus Berlandaskan Al Quran

Foto: Amien Rais berpendapat, yang mengatakan politik harus dipisah dengan agama adalah omongan orang yang tidak paham Pancasila. (ist)

Jogyakarta, Swamedium.com — Tokoh reformasi 1998 Amien Rais menjadi pengisi Acara pada Kuliah Umum Perkembangan Peradaban dan Kebudayaan Timur Tengah yang digelar di SD Budi Mulia Dua, Yogyakarta, Senin (18/9) lalu.

Mantan Ketua MPR itu mengatakan bahwa Dunia Islam akhir-akhir ini dinilai memiliki masalah di antaranya lemahnya ekonomi, politik, keamanan, serta adanya kemerosotan moral. Amien juga menyoroti maraknya Konflik internal antar sesama Muslim juga banyak terjadi disebabkan fanatisme golongan yang berlebih dan lahirnya kelompok radikal yang tak terbendung.

Amien juga menambahkan, segala macam kesulitan yang multikompleks tersebut disebabkan, karena sebagian besar para pemimpin di dunia Islam tersebut telah jadi antek-antek kekuatan asing.

Untuk mengatasi hal tersebut, Amien meminta masyarakat dunia Islam harus melakukan langkah-langkah kongkret dalam membangun landasan kehidupan.

“Yang pertama adalah menjadikan Alquran sebagai landasan utama pengelolaan kehidupan manusia,” ujarnya seperti dikutip Republika.

Menurut Amien, dengan melandasi diri dan kehidupan bernegara kepada Alquran, maka para pemimpin, ulama, dan umat Muslim pada umumnya harus bisa mandiri sesuai dengan yang diajarkan oleh Islam.

Kemudian, lanjutnya, masyarakat dunia Islam harus bersatu dan menjaga keberadaan alam sebagai wujud menunaikan amanah manusia sebagai pemakmur bumi.

“Saya yakin kalau para pemimpin dunia Islam masih membaca dan mengamalkan Alquran maka mereka tidak akan tertipu dan menjadi bodoh. Sebaliknya, Alquran mampu membuat kita cerdas dan berpikir waspada,” ujarnya.

Berikutnya yang kedua, kata Amien, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia harus menghentikan memberikan pengelolaan berbagai macam sumber daya kepada pihak asing.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan asing menggotong sumber daya kita secara semena-mena sehingga kebutuhan rakyat kita sendiri terlupakan,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.