Minggu, 25 Oktober 2020

Krisis Rohingya dalam Peta

Krisis Rohingya dalam Peta

Foto: Gambaran krisis Rohingya dalam peta. (Aljazeera)

Jakarta, Swamedium.com – Krisis kemanusiaan bahkan telah mengarah kepada kejahatan kemanusiaan yang dialami Muslim Etnik Rohingya sejak kemerdekaan Myanmar pada tahun 1948. Untuk menghindari penganiayaan militer Myanmar, pada tahun 1970, kondisi ini makin memburuk sehingga memaksa ratusan ribu orang melarikan diri ke negara tetangga seperti Bangladesh, Malaysia, Thailand, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, krisis Rohingya mendapatkan perhatian penting dari berbagai kalangan, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan PKS menganggap penting untuk membentuk Crisis Center for Rohingya (CC4R) sebagai wujud nyata kepeduliaan terhadap tragedi kemanusiaan di Myanmar.

Direktur CC4R Sukamta memaparkan bukti bahwa pada tahun 1970 masih ada populasi 3 juta etnis Rohingya di Myanmar. Namun jumlah itu menurun drastis pada tahun 2016.

“Tapi, pada tahun 2016 tinggal 1 juta. Dan tahun ini tinggal 600 ribu itu pun 400 ribu sudah keluar dari Myanmar dan mengungsi ke beberapa negara,” papar Anggota Komisi I DPR RI ini.

Seperti dilansir di aljazeera.com, di dalam peta yang dipublikasi, menampilkan jejak Muslim etnik Rohingya yang terusir dari kampung halaman mereka sendiri di Rakhine, Myanmar. Mereka kemudian berpencar ke distrik Cox’s Bazar di Bangladesh serta beberapa negara lain di Asia hanya untuk mencari perlindungan. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.