Minggu, 25 Oktober 2020

PBB Didesak Keluarkan Resolusi Majelis Umum soal Rohingya

PBB Didesak Keluarkan Resolusi Majelis Umum soal Rohingya

Foto: Ilustrasi unjuk rasa menentang permbersihan Muslim etnis Rohingya. (Dok. PKS)

Jakarta, Swamedium.com — Crisis Center For Rohingya (CC4R) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat pembakaran rumah-rumah penduduk dan pembunuhan terhadap warga Muslim etnik Rohingya masih terus terjadi.

Direktur CC4R PKS Sukamta mengatakan bahwa kondisi itu menunjukkan bahwa langkah diplomasi Indonesia dan tekanan internasional belum mampu menghentikan kekerasan yang terjadi. Untuk itu, pihaknya mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan langkah konkret untuk memaksa Myanmar. Terlebih lagi, saat ini, PBB akan menggelar Sidang Umum.

“Sidang Majelis Umum PBB akan dilaksanakan pada Kamis 21 September 2017. Forum yang sangat strategis ini diharapkan mampu dimanfaatkan Pemerintah Indonesia untuk mendesakkan Resolusi Majelis Umum PBB,” kata Sukamta, melalui keterangan tertulis, Rabu (20/9).

Menurut Sukamta, ada tiga hal yang seharusnya bisa menjadi Resolusi Majelis Umum PBB, yaitu,

Pertama, menetapkan peristiwa yang terjadi di Rakhine, Myanmar adalah genosida terhadap Muslim etnik Rohingya. Dengan demikian, kata dia, semua pihak yang terlibat dapat dianggap sebagai penjahat kemanusiaan yang harus dibawa ke pengadilan internasional.

“Kedua, segera menerjunkan pasukan perdamaian PBB untuk menghentikan kekerasan yang terjadi,” kata Anggota Komisi I DPR itu.

Ketiga, mendesak Myanmar untuk melaksanakan kewajiban dalam memberikan kewarganegaraan terhadap Etnis Rohingya.

Lebih jauh Sukamta mengatakan, jika Sidang Majelis Umum PBB kali ini gagal membuat resolusi yang tegas soal Rohingya, dikhawatirkan ke depannya tidak ada lagi warga Rohingya yang tersisa di Myanmar.

“Apalagi pejabat-pejabat Myanmar tidak menunjukkan itikad baik untuk menghentikan krisis tersebut,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.