Sabtu, 24 Oktober 2020

BI Deteksi Ada Tiga Persoalan yang Ganggu Stabilitas Ekonomi

BI Deteksi Ada Tiga Persoalan yang Ganggu Stabilitas Ekonomi

Foto. Aset perbankan nasional tahun depan diprediksi belum sesuai harapan karena perekonomian diprediksi melambat. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Bank Indonesia (BI) berupaya menjaga stabilitas rupiah agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bisa berkesinambungan. Namun, BI melihat ada tiga persoalan struktural yang selama ini menghambat pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional, sehingga perlu segera diatasi.

Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menyebutkan, ketiga permasalahan struktural itu antara lain, neraca perdagangan yang rentan, infrastruktur dasar penopang industri yang belum mumpuni, serta melemahnya neraca jasa.

“Neraca perdagangan di Indonesia masih lemah. Kita terlalu mengandalkan ekspor barang mentah.” ungkapnya dalam sebuah orasi memperingati Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rabu (20/9).

Selain itu, sambungnya, infrastruktur industrialisasi di Indonesia masih minim sehingga mempengaruhi sektor pengolahan. Pada akhirnya, industri terpaksa harus mengimpor barang modal. Dampaknya, kinerja neraca perdagangan dan iklim investasi mengalami cedera.

Faktor lain yang menghambat pertumbuhan ekonomi ialah faktor neraca jasa, khususnya di bidang transportasi. Ia menjelaskan, kegiatan ekspor-impor di Indonesia selama ini masih menggunakan jasa transportasi milik asing. Hal itu menimbulkan defisit transaksi berjalan.

“Hanya Indonesia yang transaksi berjalannya defisit,” pungkas Gubernur BI tersebut.

Tak hanya itu, pendapatan pajak serta rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) yang kurang memuaskan menyebabkan pendapatan negara minim. Alhasil, neraca pendapatan juga mengalami defisit.

Mantan Menteri keuangan itu memaparkan kebijakan fiskal, moneter, dan makro yang hati-hati (prudent) merupakan tiga komponen utama yang mampu mendongkrak pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

“Kebijakan Bank Indonesia itu adalah menjaga kestabilan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, dan inklusif.” ucapnya.

Jika rupiah bergerak stabil, maka pertumbuhan ekonomi dan pembangunan niscaya dapat terus terjadi secara berkesinambungan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.