Selasa, 20 Oktober 2020

Dinilai Ambisi Nyapres, Pengamat Sebut Gatot “Dihabisi” Sebelum 2019

Dinilai Ambisi Nyapres, Pengamat Sebut Gatot “Dihabisi” Sebelum 2019

Foto: Presidium KAMI , Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Dugaan bahwa karir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan dihabisi sebelum 2019 makin kuat seiring dengan maraknya tudingan bahwa Jenderal Gatot memiliki ambisi politik di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada awak media, Rabu (20/9) kemarin, mengomentari “serangan” dari sejumlah pihak yang menyudutkan Jenderal Gatot, terlebih setelah dirinya memerintahkan pemutaran film G30S/PKI di lingkungan TNI.

“Kelompok yang tidak suka adanya nobar film G30S PKI akan terus menyudutkan Gatot Nurmantyo. Dengan tudingan punya ambisi di Pilpres 2019. Ada dugaan, karir Gatot akan dihabisi sebelum 2019, dan tidak menjabat lagi. Sehingga tidak muncul di media sampai 2019,” ungkap Baidhowi.

Dikatakan Baidhowi, salah satu serangan yang dilakukan oleh pihak tertentu terhadap Panglima TNI salah satunya melalui media sosial dengan membuat cuitan-cuitan yang bernada “menghabisi” Gatot.

“Jika diamati, di Twitter Gatot Nurmanyo terus dibully, apalagi setelah setelah menganjurkan nobar film G 30S PKI,” ujar Baidhowi.

Lebih jauh Baidhowi menilai, kelompok yang menyudutkan Jenderal Gatot adalah kelompok yang tidak suka kekejaman PKI diungkap dan disosialisasikan kepada generasi muda saat ini.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon mengatakan, apa yang dilakukan Panglima TNI dengan menginstruksikan jajarannya untuk menonton bareng film G30S/PKI sebagai hal yang berbau politis.

“Sebagai orang politik, (saya kira) adalah ya (muatan politis). Kalau mau nonton, ya nonton aja. Prajurit siap ya, kalau sudah dibuat instruksi ya,” ujar anggota Komisi I F-PDIP itu.

Menurut Effendi, Presiden Joko Widodo harus punya sikap tegas soal nobar film sejarah tentang kekejaman PKI yang dibuat pada era Orde Baru ini. Jika Jokowi merasa pemutaran film ini kurang tepat karena isinya yang masih diperdebatkan, dia meminta Jokowi mengeluarkan pernyataan tegas kepada Gatot.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.