Kamis, 29 Oktober 2020

Pengamat: Meikarta, Upaya Memutus Rantai Peradaban

Pengamat: Meikarta, Upaya Memutus Rantai Peradaban

Foto: Pengamat sosial Hendrajit menyebut proyek Meikarta adalah upaya memutus rantai peradaban. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Mega Proyek Meikarta terus menuai protes, bukan hanya dinilai melanggar hukum tapi juga sebagai upaya memutus rantai peradaban dan tatanan masyarakat.

Pengamat Sosial, Hendrajit mengatakan, pembangunan Meikarta telah menggusur tatanan masyarakat di Cikarang, Jawa Barat. Ribuan orang terpaksa berpisah dari lingkungan yang telah dibangunnya bertahun-tahun. Hendrajit mengatakan ini adalah upaya memutus rantai peradaban.

“Serangan itu bukan hanya serangan ekonomi tapi juga peradaban, mereka mau memutuskan hubungan dengan leluhur, memutuskan sejarah,” kata Hendrajit pada diskusi Front Bela Indonesia, di Gedung Cawang Kencana, Jakarta, Rabu (20/9) kemarin.

Lebih parahnya, kata Hendrajit, strategi memutus rantai peradaban ini telah lama disusun, salah satunya pertemuan pengusaha Cina sedunia yang pernah digelar di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Hendrajit bilang para pengusaha besar Cina menyasar sektor properti sebagai salah satu sektor yang potensial, artinya mereka ingin menguasai sektor properti.

“Perlu diingat kembali dan diingat ada pertemuan pengusaha Cina sedunia di Nusa Dua, Bali. Ada hajatnya Lippo Group, James Riyadi. Yang memberi sambutan adalah Bu Mega. In case Bu Mega presidennya. Mereka bilang ada beberapa sektor potensial di Indonesia. Tanam investasi di tambang batu bara, infrastruktur, dan properti. Artinya kalau mau berhasil, kuasailah properti,” kata Hendrajit.

Hendrajit melihat peristiwa jatuhnya Prancis di tangan Jerman. Jerman menanamkan peradaban hedonis di Prancis sebagai kunci matinya peradaban asli.

“Ingat Perang Prancis dan Jerman, Prancis keok. Banyak penelitian mengatakan apa karena teknologi militernya? Telisik punya selidik, ya sama tuh. Yang saya ketahui ada peradaban kota yang dibangun, bukan hanya watak borjuis tapi juga hedonis. Jadi jangan remehkan properti, bukan hanya ketika membangun propertinya, tapi peradabannya,” pungkas Hendrajit. (Ima)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.