Selasa, 20 Oktober 2020

Polemik Kartu E-Toll, ASPEK Indonesia: Masyarakat Harus Kritis Uangnya Diambil

Polemik Kartu E-Toll, ASPEK Indonesia: Masyarakat Harus Kritis Uangnya Diambil

Foto: Mesin isi ulang uang elektronik kini tersedia di gerbang tol. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Presiden Asosiasi Pekerja (ASPEK) Indonesia Mirah Sumirat mengingatkan masyarakat untuk kritis karena pemilik dan pengguna kartu e-toll, tanpa sadar sesungguhnya telah “diambil paksa” uangnya oleh pihak pengelola jalan tol dan oleh bank yang menerbitkan kartu e-toll.

Mirah mencontohkan, apabila masyarakat membeli kartu e-toll seharga Rp 50 ribu sesungguhnya hanya mendapatkan saldo sebesar Rp 30 ribu.

“Kemana selisih uang yang Rp 20 ribu?,” kritiknya, pada siaran persnya, di Jakarta, Kamis (21/9).

Belum lagi, lanjut Mirah, dana saldo e-toll yang mengendap di bank karena tidak digunakan oleh pemilik kartu, yang kemudian dapat diputar oleh bank untuk kepentingan bisnisnya.

“Bayangkan, berapa triliun dana masyarakat yang akan diambil paksa dari sistem 10 persen GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dan GTO (Gardu Tol Otomatis) ini,” kata Mirah, menekankan.

Bukan tidak mungkin GNNT akan menyasar pada transaksi kebutuhan dasar masyarakat yang lainnya, Mirah mencontohkan seperti pembelian bahan bakar minyak (BBM).

“Bisa saja PT Pertamina mewajibkan pembelian BBM hanya dengan nontunai. Tidak saja pengemudi mobil namun juga akan berdampak langsung pada pengendara motor yang jumlahnya puluhan juta,” kata dia.

Mirah mengatakan, pengendara motor yang selama ini bisa membeli bensin secukupnya dengan uang tunai Rp.10.000, harus juga “dipaksa setor” dan mengendapkan dananya di bank untuk keuntungan pihak bank.

Terkait dengan itu, Mirah mengatakan, bahwa hal ini merupakan praktek bisnis ala “kompeni”. Masyarakat “dipaksa untuk setor” dana ke perusahaan seperti layaknya upeti di jaman penjajahan dulu.

Karena itu, bersama KSPI, ASPEK Indonesia dan buruh Indonesia akan melakukan perlawanan dengan melakukan Gerakan Nasional Tolak Uang Elektronik. (Ima)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.