Minggu, 25 Oktober 2020

PT DI Tawarkan 3 Pesawat Unggulan untuk Bangun Daerah Terpencil

PT DI Tawarkan 3 Pesawat Unggulan untuk Bangun Daerah Terpencil

Foto: Pesawat N219 karya PT Dirgantara Indonesia. (merdeka)

Jakarta, Swamedium.com — Dalam gelaran International Business and Development Expo (IBD Expo) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menawarkan tiga pesawat yakni CN235-220, NC212i, dan N219 untuk membangun daerah terpencil. Pesawat ini diklaim memiliki keunggulan untuk menjangkau daerah dengan geografis yang berbukit-bukit seperti di Papua.

Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro mengatakan, pesawat ini akan dapat menyempurnakan program tol laut Presiden Jokowi. Elfien berharap, sistem distribusi logistik yang terintegrasi, efektif dan efisien akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“PTDI memiliki tiga jenis pesawat unggulan yang dapat digunakan oleh maskapai penerbangan lokal, antara lain CN235-220, NC212i, dan N219. Ketiga pesawat yang ditawarkan oleh PTDI memiliki keunggulan untuk dapat melewati medan yang berbukit-bukit, panjang landasan yang pendek atau landasan berumput dan berbatu,” kata Elfien di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (21/9).

Elfien pun menjelaskan spesifikasi dan keunggulan yang dimiliki ketiga pesawat tersebut.

Pesawat CN235-220 dengan dapat mengangkut beban maksimum sebesar 6.000 Kg, dapat digunakan untuk mendistribusikan logistik seperti dari Bandara Mozes Kilangin, Timika menuju kota-kota besar yang ada di Papua, seperti menuju Bandara Sentani, Jayapura.

Pesawat NC212i dapat melanjutkan pendistribusian logistik dari Bandara Sentani, Jayapura menuju Bandara Rendani, Manokwari dengan konstruksi landasan beraspal memiliki panjang landasan 2.000 x 45 meter yang berada di ketinggian 4,57 MDPL, sangat cocok digunakan untuk lepas landas dan mendarat pesawat NC212i ataupun N219.

Pesawat N219 dengan beban maksimum yang dapat diangkut sebesar 2.313 Kg dapat melanjutkan pendistribusian logistik dari Bandara Rendani, Manokwari, menuju Bandara Merdey, Papua Barat, dengan konstruksi landasan masih berupa tanah padat dan memiliki panjang landasan 600 x 23 meter yang berada di ketinggian 300 MDPL. Pesawat N219 ini memiliki kemampuan untuk lepas landas dan mendarat di landasan bandara yang pendek dan belum beraspal, seperti Bandara Merdey, Papua Barat.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.